Wacana Keindependensian Ahok Dalam Pemilihan Gubernur: Kajian Appraisal

Wacana Keindependensian Ahok Dalam Pemilihan Gubernur: Kajian Appraisal; Siti Fitriah, 120110101077; 2016: 60 halaman; Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember.

Penelitian ini membahas tentang  wacana Ahok yang memilih jalur  independen sebagaimana yang dia umumkan pada 7 Maret 2016. Wacana independen muncul ketika relawan Ahok yang biasa disebut Teman Ahok tidak puas terhadap kinerja partai politik. Oleh karena itu, Teman Ahok mendukung Ahok untuk maju sebagai kandidat yang independen dalam pemilihan gubernur tahun 2017 nanti. Secara spontanitas, keputusan Ahok menuai banyak reaksi dari berbagai sumber apakah mereka setuju atau tidak setuju mengenai keputusan Ahok untuk menjadi independen. Dengan demikian, peneliti memilih tiga koran berbahasa inggris yakni Jakarta Post, Jakarta Globe, dan Giv News untuk mengetahui sikap para jurnalis yang sebenarnya dalam menulis berita mengenai kejadian ini.

Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap para jurnalis dalam mempresentasikan sebuah berita. Oleh karena itu, ada dua rumusan masalah dalam penelitian ini. Pertama, untuk mengetahui bagaimana bahasa merefleksi sikap para jurnalis. Kedua, untuk mengetahui bagaimana para jurnalis mengekspresikan sikap mereka terhadap para pembaca. Untuk menjawab rumusan masalah, peneliti menggunakan teori Appraisal untuk menganalisis reaksi para jurnalis melalui tiga elemen yakni Attitude, Engagement dan Graduation.

Hasil data yang telah di pilih yakni Jakarta Post, Jakarta Globe dan Gi News mengatakan bahwasanya para jurnalis lebih sering menggunakan aknowledgement, judgment, force dan focus dalam menulis berita. Para jurnalis menggunakan aknowledgement untuk mengutip pendapat sumber agar mereka dapat menyembunyikan sikap mereka terhadap para pembaca dan untuk memperkuat pendapat mereka.  Judgment adalah penafsiran moral atau perilaku. Dalam hal ini, para jurnalis menggunakan positif dan negatif judgment melalui pengaplikasian adjective, modal adjunct, verb, noun phrase dan adverb. Selain itu dalam kategori force, para jurnalis menggunakan intensification dan quantification  dalam skala tinggi dan menengah untuk menyakinkan para pembaca bahwa isi yang terkandung dalam artikle tersebut adalah benar. Sedangkan dalam kategori focus, para jurnalis hanya menggunakan sharpening dalam skala tinggi untuk memperkuat substansi didalam artikel. Hasil data dalam koran The Jakarta Post dapat diteliti melalui penggunaan pilihan kata seperti risky, dismiss, pressure, not easy, a lot at stake yang menggambarkan ketidakpuasan si jurnalis terhadap keputusan Ahok untuk maju sebagai independen. Namun sebaliknya dalam koran Jakarta Globe dan Giv News, para jurnalis menggunakan pilihan kata leading compared, accesible, the most popular, against political parties, ideal leader untuk menggambarkan kepuasan mereka mengenai keputusan Ahok.

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa melalui surat kabar, para jurnalis ingin membagikan pendapat mereka kepada para pembaca mengenai berita tentang Ahok yang maju independen. Namun, cara mempublikasikan pendapat mereka tidak secara transparan. Oleh karena itu, sebagai pembaca kita harus membaca berita secara kritis sehingga kita dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam penggunaan kata yang diaplikasikan di dalam berita tersebut.

Written by