Sinergi Jurnalis Kampus dan Profesional Via Temu Alumni Pers Mahasiswa Jember

Lembaga Pers Mahasiswa Sastra (LPMS-Ideas) Fakultas Sastra Universitas Jember dan semua penggiat pers mahasiswa di Jember bekerja sama mengadakan temu alumni pers mahasiswa Jember. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Fakultas Sastra, 1 November 2015. Temu alumni pers mahasiswa Jember dihadiri oleh 55 aktivis pers mahasiswa Jember dari beragam kampus di Jember, dan 28 alumni pers mahasiswa Jember.

Tujuan dari acara tersebut adalah untuk membuat simpul alumni yang sempat terputus pada beberapa LPM. Diharapkan dari acara temu alumni dapat memaksimalkan kedatangan alumni dalam hal pengembangan sumberdaya dan jaringan pers mahasiswa.

Acara dibuka oleh MC, ketua panitia, Fais Ridho Nur Alamsyah dari LPM Aktualita dan Sekretaris Jendral (Sekjend) PPMI Kota Jember Mohammad Sadam Husaen. Setelah pembukaan acara dilanjutkan perkenalan dari alumni dan seluruh anggota LPM yang hadir dan dilanjutkan dengan diskusi terkait pola gerak pers mahasiswa hari ini.

Sadam mengatakan bahwa dengan acara ini, bisa menularkan semangat alumni yang datang kepada penggiat pers mahasiswa di Jember untuk mengatasi permasalahan tiap LPM. “Sehingga pola gerak pers mahasiswa bisa lebih maksimal dalam melakukan aktivitasnya,” kata Sadam.

Meski demikian, alumni tidak bisa membantu banyak karena setiap generasi memiliki semangat zaman yang berbeda. Agung Sedayu, salah satu alumni LPMS Ideas yang bekerja sebagai jurnalis investigasi di Majalah Tempo mengatakan, “Hubungan persma dan alumni membutuhkan wadah yang lebih intim lagi.” Ia memandang penggiat pers mahasiswa bisa lebih intens berkomunikasi dengan alumni bukan hanya tentang hubungan meminta dana. “Namun alumni menginginkan pers mahasiswa di Jember makin berkembang dalam karya tulis jurnalistik juga.”

Sementara itu, Hadi Winarto, Produser salah satu acara di MetroTV, yang juga alumni LPM Ideas dan UKPKM Tegalboto, mengatakan bahwa lewat sesi pertemuan ini, penggiat pers mahasiswa di Jember serta alumninya yang saat ini berada di beragam daerah bisa membentuk simpul kekuatan. “Kita bisa membuat sebuah pusat studi media,” ujarnya. Hal ini, ia katakan karena banyak sekali alumni pers mahasiswa yang saat ini memiliki peranan penting di berbagai media nasional, baik cetak maupun elektronik.

“Sehingga muncul banyak gagasan alternatif yang bisa dihimpun dari pusat studi itu,” jelas Hadi. Ia juga sadar bahwa saat ini proses mahasiswa dalam mengembangkan wacana jurnalistik dan studi media berbeda dengan zaman dulu. “Sekarang kita tahu masa studi mahasiswa semakin singkat, hanya lima tahun. Karena itu yang saat ini mulai dikembangkan adalah simpul-simpul aktivis pers mahasiswa.”

Aktifis persma dapat mengungggah karyannya sedangkan alumni mengoreksi atau bahkan mengkritik karya tersebut. Hal itu merupakan jalan komunikasi antara persma yang aktif dengan alumni. Ideologis persma adalah tulisan dan tulisan bisa menarik simpul-simpul komunikasi sebagai sebuah histori antara persma dan alumni.

Tidak menutup kemungkinan persma membutuhkan wadah pemantau kerja-kerja pers mahasiswa dari zaman ke zaman, dengan adanya relasi itu, besar harapan media pers mahasiswa makin berkembang. Lebih kongkrit lagi pers mahasiswa sebagai media alternatif bisa mengangkat isu-isu yang tidak diberitakan oleh pers umum. Karena jaringannya semakin kuat.[Rmd]

Written by