LPMS IDEAS Raih Penghargaan Analisis Isi Majalah di Phinisi Award

 Majalah terbitan Lembaga Pers Mahasiswa Sastra (LPMS) IDEAS mendapat penghargaan Phinisi Award. Mengambil tajuk “Merampas Hak Korban”, majalah IDEAS edisi 20 ini memenangkan kategori analisis isi. Majalah IDEAS berkompetisi dengan banyak Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dari berbagai daerah di Indonesia pada Jumat, 2 Oktober 2015 di Makassar, Sulawesi Selatan.

Pada kompetisi itu, Majalah IDEAS merebutkan nominasi dengan Majalah Balairung, yang diterbitkan Badan Penerbitan Pers Mahasiswa (BPPM) Balairung, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. “Majalah Balairung dengan tajuk Tanah Sultan memenangkan kategori kedalaman reportase,” kata Nurul Amalia, Panitia Penyelenggara Phinisi Award.

LPMS IDEAS dalam majalah edisi 20 itu mengambil tema utama Pelanggaran HAM di Indonesia dan mengambil perspektif korban. “Ada banyak sekali pelanggaran HAM berat di Indonesia, kami memilah beberapa di antaranya,” jelas Nurul Aini, Pemimpin Umum LPMS IDEAS yang juga berasal dari jurusan Sastra Indonesia.

Liputan utama majalah IDEAS edisi 20 memuat hasil reportase warga Syiah Sampang yang berada di pengungsian di Sidoarjo selama bertahun-tahun. Juga nasib para korban luapan Lumpur Lapindo di Sidoarjo yang bertahun-tahun menunggu ganti rugi dan tanggung jawab pemerintah.

Adapun dewan juri dalam Phinisi Award ini adalah Seno Gumira Ajidarma, jurnalis senior yang menulis buku Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara. Lalu Andreas Harsono, jurnalis senior dan mentor kelas Narasi dan Jurnalisme Sastrawi di Yayasan Pantau, Jakarta.

Sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa di Fakultas Sastra Universitas Jember, yang berfokus pada pengembangan wacana jurnalistik untuk mahasiswa, hal ini merupakan sebuah bonus bagi tim redaksi yang telah bekerja keras mengerjakan majalah ini. “Ini kerja keras kami di LPMS Ideas selama berbulan-bulan. Akhirnya membuahkan hasil,” kata Nurul.

Keberangkatan awak Ideas ke Makassar sebetulnya tidak mendapatkan dukungan dana dari Universitas, namun nyatanya hal ini tidak mengerdilkan semangat mereka untuk mengikuti rangkaian acara Phinisi Award pada 26 September 2015 lalu. Semangat militansi yang berbuah manis ini menjadi prestasi tersendiri yang harus diapresiasi oleh berbagai pihak. “Kami berharap pada kesempatan berikutnya lembaga harus dapat mengalokasikan dukungan secara materiil untuk pendelegasian kegiatan kegiatan serupa”, tutur Nurul.

Kendati demikian, Nurul juga menengaskan bahwa prestasi ini bukan akhir dari proses anggota LPMS Ideas. Namun dengan prestasi ini, Nurul berharap bisa memacu semangat mahasiswa untuk aktif berproses dalam memahami dan mengasah kemampuan sekaligus wacana jurnalistiknya.

Written by