PENGGUNAAN KATA UMPATAN DALAM DUA FILM PUNK IN LOVE DAN THE WEDDING SINGER (STUDI SOSIOLINGUISTIK)

AYU TRI NOVIANTI

 

Abstrak

Bahasa memiliki kosakata yang dilarang untuk diucapkan di sembarang tempat dan kondisi, yaitu kata umpatan. Banyak orang menganggap kata umpatan sebagai kata yang kasar and kata-kata tersebut dapat menyinggung perasaan orang lain. Namun, pendapat tersebut mungkin salah. Kata umpatan juga dapat digunakan untuk tujuan yang positif. Fenomena ini tidak hanya ditemukan di kehidupan sehari-hari, tetapi juga terjadi di film. Penelitian ini mendiskripsikan tipe-tipe kata umpatan, kata umpatan yang paling sering diucapkan oleh para tokoh, dan alasan mengumpat pada film Punk in Love dan The Wedding Singer. Penelitian ini menggunakan teori kategori kata umpatan oleh Ljung (2011). Untuk menganalisa alasan mengumpat, penelitian ini menggunakan teori oleh Andersson dan Richard (1985). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kedua tipe penelitian, yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan berasal dari ucapan-ucapan para tokoh dalam dua film tersebut. Metode untuk analisa data yaitu mengelompokkan, menghitung, dan menganalisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 27 kata umpatan dalam film Punk in Love dan 18 kata umpatan dalam film The Wedding Singer. Kata-kata tersebut dikelompokkan ke dalam tipe masing-masing. Penelitian ini menunjukkan bahwa kata umpatan yang paling sering diucapkan oleh para tokoh yaitu ‘cuk’ di dalam film Punk in Love and ‘God dan shit‘ di dalam film The Wedding Singer. Para tokoh memiliki tujuan yang bermacam-macam ketika mengumpat. Tujuan-tujuan tersebut dikategorikan ke dalam alasan psikologi, sosial, dan linguistik.

Kata kunci: Kata umpatan, tipe-tipe kata umpatan, alasan mengumpat.

 

Written by