[:en]Sukarno Faculty of Letters Jember University msukarno08@gmail.com Abstract This article examines the ways of Javanese people deliver requests politely which is not only determined by the linguistic factors, but it is also strongly influenced by some concepts of Javanese cultures, such as tata krama, andhap-asor, and tanggap ing sasmito. The data of the research were collected from the conversations among the Javanese people in Blitar, East Java. The collected...Read More
[:en]oleh: Drs. Kusnadi, M.A., Antropolog Fakultas Sastra, Universitas Jember Atmosfir politik di era reformasi dan otonomi daerah telah memberikan keleluasaan pada masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Di samping itu, untuk mengoptimalkan keterlibatan partisipasi warga masyarakat dan lembaga-lembaga nonpemerintah dalam pembangunan daerah diperlukan keterbukaan perilaku aparatur dan kelembagaan pemerintah daerah dan kemampuan mereka mengelola aspirasi masyarakat sebagai modal sosial dan energi pembangunan daerah. Dalam hal ini, kualitas dan...Read More
[:en]oleh: Drs. Kusnadi, M.A., Antropolog Fakultas Sastra, Universitas Jember Dalam pen-Takdir-annya sebagai negara kepulauan atau negara maritim yang masyarakatnya bersifat majemuk (plural society), pemerintah dan masyarakat Indonesia masih harus belajar banyak dari sejarah perjalanannya sendiri tentang bagaimana mengelola kemajemukan tersebut agar menjadi modal sosial pembangunan bangsa.2 Masyarakat majemuk yang tersusun oleh keragaman kelompok etnik (etnic group) atau suku bangsa beserta tradisi-budayanya itu, tidak hanya berpeluang menjadikan Indonesia sebagai negara...Read More
[:en]oleh: Drs. Kusnadi, M.A., Antropolog Fakultas Sastra, Universitas Jember Dibandingkan dengan kelompok masyarakat lain, kemiskinan yang menimpa masyarakat nelayan, khususnya nelayan-nelayan kecil/tradisional atau nelayan buruh terasa sangat berat dan membebani kelangsungan hidup mereka. Berbagai sebab yang mendasari kemiskinan ini sangat kompleks dan saling terkait. Akibat-akibat kemiskinan dapat menjadi sebab bagi lestarinya kemiskinan nelayan. Rangkaian dari hukum sebab-akibat dalam kemiskinan nelayan tidak mudah diuraikan. Walaupun demikian, peluang untuk mengatasi kemiskinan nelayan...Read More
[:en]oleh: Drs. Kusnadi, M.A., Antropolog Fakultas Sastra, Universitas Jember Keanekaragaman masyarakat dan kebudayaannya memiliki dua sisi yang bersifat antagonis dan saling melengkapi, yakni sebagai potensi perubahan yang produktif dan kekuatan disintegrasi sosial yang destruktif. Aspek mana yang akan terjadi sangat bergantung pada model kebijakan pembangunan yang ditempuh oleh pemerintah daerah. Yang harus disadari oleh para perencana pembangunan di daerah adalah bahwa memperlakukan aspek-aspek kebudayaan sebagai benda mati, seperti pada...Read More