Yudisium FIB-UNEJ: Rayakan Kelulusan Generasi Muda sebagai Agen Perubahan di Tengah Tantangan Zaman

JEMBER, 29 Oktober 2026

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB UNEJ) menggelar prosesi yudisium bagi para mahasiswa calon wisudawan dalam suasana yang penuh khidmat, kehangatan, dan optimisme.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, Prof. Nawiyanto, M.A., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan:

Yudisium kali ini terasa sangat istimewa karena diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda serta menyambut hadirnya musim penghujan yang membawa keberkahan dan harapan baru. 

Dalam sambutannya, pimpinan fakultas memberikan apresiasi yang mendalam atas pencapaian para peserta yudisium yang telah berhasil menuntaskan masa studinya. Pada yudisium periode ini, lulusan dari Jurusan Sejarah mendominasi jumlah peserta, menandai momen bersejarah tersendiri bagi lingkungan kampus.  

Pemuda sebagai Pendobrak Perubahan

Menghubungkan momentum kelulusan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, pimpinan Nawiyanto menekankan peran vital pemuda dalam catatan sejarah bangsa. Para lulusan dinilai sebagai representasi kaum muda yang memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif.   

“Kaum muda dalam sejarah adalah pendobrak tatanan dan pendorong perubahan. Meskipun hari ini kita dihadapkan pada situasi global dan nasional yang penuh tantangan serta ketidakpastian, semangat dan optimisme harus tetap menyala. Anda semua adalah harapan bagi masa depan bangsa,” ujar Nawiyanto.  

Selain menegaskan semangat kepemudaan, pidato tersebut juga menyoroti peristiwa kebangkitan gerakan pemuda di tingkat internasional, seperti aksi mahasiswa (Student Skaliste) di Serbia, sebagai bukti nyata bahwa peran pemuda senantiasa menjadi motor penggerak perubahan di mana pun berada.  

Pada prosesi yudisium, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember mengundang alumni Sastra Indonesia Drs. H. Pujiyandi, S.H., M.H. untuk memberikan motivasi dan inspirasi kepada lulusannya.

Refleksi Musim Penghujan: Harapan dan Keberkahan

Dekan FIB-UNEJ juga memaknai datangnya hujan pertama yang bertepatan dengan momen yudisium sebagai simbol pengharapan. Kehadiran hujan tidak hanya mengikis debu dan kotoran, tetapi diharapkan dapat menghalau bencana kabut asap dan kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah, seperti di Kalimantan, guna mengembalikan hak masyarakat dan satwa atas udara yang bersih. Hujan ini menjadi pengingat untuk senantiasa bersyukur dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa di saat manusia menghadapi keterbatasan upaya.  

Pesan Moral: Pembelajaran Sepanjang Hayat (Long-Life Learners)

Mengutip pemikiran penyair ternama Kahlil Gibran serta pesan Bapak Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara, lulusan diingatkan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar penguasaan ilmu pengetahuan, melainkan pembentukan nalar kritis, kemandirian intelektual, dan kesadaran untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat (long-life learners).

Ki Hajar Dewantara: “Setiap tempat adalah kelas, setiap orang adalah guru.” Pesan ini menegaskan bahwa kampus kehidupan di luar dinding akademis menyediakan ruang belajar yang tidak terbatas. Lulusan dituntut untuk terus belajar agar dapat bertahan (survive), beradaptasi, dan bermanfaat.  

Kahlil Gibran: Pekerjaan dan ilmu pengetahuan menemukan makna sejati ketika diwujudkan dalam karya, pengabdian, serta tindakan nyata yang membawa kemanfaatan bagi masyarakat luas. 

Pada momen bahagia tersebut, Nawiyanto juga menyampaikan apresiasi atas kelulusan para Sarjana. Betapa menjalani proses lulus menjadi Sarjana di Fakultas ini tidaklah mudah. Banyak kisah dan cerita berbeda dialami oleh setiap mahasiswa.

“Di momen yang bahagia ini, kami sebagai pimpinan menyampaikan selamat dan sukses kepada para Sarjana. Kepada orang tua/ wali, kami juga menyampaikan terimakasih dan selamat serta menyerahkan kembali putra-putrinya. Juga mendoakan semoga sukses dalam menjalankan kehidupan selanjutnya,” ungkap Dekan FIB-UNEJ.

Selamat kepada seluruh peserta yudisium Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember yang telah berhasil mengawali dan mengakhiri perjalanan akademisnya dengan sangat baik. Gelar dan ilmu yang diperoleh diharapkan dapat menjadi sarana untuk meraih mobilitas sosial yang positif serta membawa perubahan yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Berita lainnya: Kisah Inspiratif Alumni: Dari Lulusan Terbaik, Impian Jadi Dosen

Dokumentasi Yudisium