[:id]Turut Merayakan HUT Kemerdekaan RI, HISKI Jember Siapkan Webinar tentang Literasi Sastra pada Era Kurikulum Merdeka[:]

[:id]

Bulan Agustus tidak cukup hanya dirayakan dengan upacara dan lomba-lomba. Kegiatan akademis pun masih relevan untuk dilakukan. Untuk itu, HISKI Jember turut merayakan HUT ke-78 Kemerdekaan RI dengan menyiapkan webinar bertema “Literasi Sastra pada Era Kurikulum Merdeka”.
Kurikulum Merdeka menjadi tuntutan sekaligus tantangan. Di sisi lain, literasi sastra membutuhkan ruang dialektik yang apresiatif. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar. Masihkah sastra menjadi “pelengkap” pembelajaran bahasa Indonesia?
Demikian informasi rancangan webinar daring, yang dilaksanakan atas kerja sama Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia Komisariat Jember (HISKI Jember) dengan Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB UNEJ), Jurnal Semiotika, Kelompok Riset Pertelaahan Sastra Konteks Budaya (PERSADA), Kelompok Riset Tradisi Lisan dan Kearifan Lokal (TERKELOK), dan Kelompok Riset Media, Budaya, & Gender (MEDAGEN), Sabtu mendatang (26/8/2023).
Dalam dinamika zaman, literasi sastra khususnya di sekolah, perlu beradaptasi dan berinovasi untuk menyesuaikan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dengan konten lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Pendidik memiliki keleluasaan dalam memanfaatkan beragam perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Karakteristik Kurikulum Merdeka mencakup pengembangan soft skills dan karakter, fokus pada materi esensial, relevan, dan mendalam, serta inovasi pembelajaran yang bersifat fleksibel. “Literasi sastra juga penting untuk diarahkan dalam membangun kreativitas dan inovasi peserta didik,” kata Dr. Heru S.P. Saputra, M.Hum., ketua HISKI Jember sekaligus Editor in Chief Jurnal Semiotika.
Pembicara yang diundang sebagai narasumber adalah Mohammad Hairul, S.Pd., M.Pd. (Kepala Sekolah SMPN 1 Curahdami, Bondowoso, & Pengajar Praktik Guru Penggerak) dan Nurul Ludfia Rokhmah, S.Pd., M.Pd. (MAN 1 Banyuwangi). Webinar dipandu oleh moderator Zahratul Umniyyah, S.S., M.Hum., anggota HISKI Jember sekaligus dosen Jurusan Sastra Indonesia FIB UNEJ, pewara Fatmawati dan host Riski ‘Riri’ Rosalinda, keduanya mahasiswa FIB UNEJ. Kegiatan webinar akan dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Sastra Indonesia FIB UNEJ, Dr. Agustina Dewi Setyari, M.Hum.
Mohammad Hairul (mohammad_hairul@yahoo.com) yang akan menjadi narasumber pertama, telah memiliki banyak pengalaman dalam literasi sastra pada konteks Kurikulum Merdeka. Lelaki kelahiran Sumenep, 17 April 1983, ini menyelesaikan Pendidikan S-1 di PBSI FKIP UNEJ, S-2 di Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan saat ini sedang menyelesaikan S-3 di UNESA. Kini menjadi Dewan Pakar IGI (Ikatan Guru Indonesia) periode 2021-2026.
Karya ilmiah yang telah dihasilkan di antaranya berupa buku berjudul Bukan Guru Kebetulan (2015) dan Bukan Guru Kaleng-Kaleng (2020). Karya lain berupa bunga rampai di antaranya Membangun Budaya Literasi (2014), Mengembangkan Literasi di Sekolah (2015), dan Dari Guru untuk Ijen Geopark (2021). Workshop yang diikuti di antaranya Pengajar Praktik Guru Penggerak angkatan 4 (2022) dan Kepala Sekolah Penggerak angkatan 3 (2023-Sekarang).
Nurul Ludfia Rokhmah (upikdfibanyuwangi@gmail.com), yang akan menjadi narasumber kedua, juga memiliki banyak pengalaman tentang literasi sastra. Perempuan kelahiran Banyuwangi, 18 April 1976, ini menyelesaikan pendidikan S-1 di IKIP Yogyakarta (kini UNY), sedangkan S-2 di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Aktif di Komnasdik Kabupaten Banyuwangi dan HISKI Jember, Reviewer Tim Penyusun Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia 2022-2023, dan Instruktur Inti Nasional AKMI Kemenag RI tahun 2023.
Publikasi yang telah dihasilkan di antaranya “Supporting Student Literacy in Writing Popular Articles Using A Social Media Application” (2021) dan “Alih Wahana Cerpen Menjadi Sandiwara Siniars sebagai Bentuk Inovasi Pembelajaran Apresiasi Cerpen” (2022). Karya berupa buku di antaranya Kumpulan Esai Pendidikan: Menandai Musim Pandemi (2020) dan “Sandiwara Sastra melalui Aplikasi Digital sebagai Bentuk Memori Sastra Kreatif pada Masa Pandemi” (bookchapter, 2022). Karya kreatif di antaranya Perempuan Pematah Jalanan (Kumpulan Puisi, 2020), HUN (Kumpulan Puisi, 2021), dan Belajar Moto Kece Pakai Hape (Kumpulan Cerita, 2022).
Kembali ke persoalan yang muncul dalam literasi sastra pada era Kurikulum Merdeka. Sudahkah literasi sastra di sekolah merepresentasikan Kurikulum Merdeka? Adakah strategi jitu untuk mempraktikkan Kurikulum Merdeka secara optimal? Apa saja tantangan yang dihadapi guru dalam mewujudkan literasi sastra yang inovatif?
Untuk menjawab serangkaian pertanyaan itu, mari kita simak paparan pakar literasi sastra dalam Webinar NGONTRAS#25.
Peserta yang akan mengikuti acara NGONTRAS#25, Sabtu, 26 Agustus 2023, pukul 10.00—12.00 WIB (Ruang zoom dibuka pukul 09.30 WIB), tidak perlu mendaftar dan cukup klik pada Join Zoom Meeting: https://bit.ly/NGONTRAS_25, Meeting ID: 971 6408 9105, Passcode: HISKI-25.
Peserta yang sebelumnya belum masuk Grup WA, sekali lagi, yang belum masuk, diharapkan berkenan masuk grup dengan tujuan untuk memudahkan mendapatkan informasi kegiatan NGONTRAS secara berkelanjutan, dengan klik https://bit.ly/GRUP-C_NGONTRAS.
Peserta juga dapat mengunjungi Portal HISKI Jember untuk mengunduh secara gratis file buku dan prosiding, dengan klik https://hiskijember.fib.unej.ac.id/. Atau menyaksikan rekaman NGONTRAS sebelumnya melalui Kanal Youtube HISKI JEMBER OFFICIAL dengan klik https://bit.ly/YoutubeHISKIJember.
Peserta dipersilakan mengunjungi dan menyitasi artikel-artikel yang dimuat dalam Jurnal Semiotika, terbitan Jurusan Sastra Indonesia FIB UNEJ. https://jurnal.unej.ac.id/index.php/SEMIOTIKA.***

[:]

Related Posts