DISKRIMINASI SOSIAL YANG DIREPRESENTASIKAN DALAM NOVEL HARRY POTTER AND THE HALF-BLOOD PRINCE DAN HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS KARYA J.K ROWLING

Nurul Faizah Amiliyah

 

Abstrak

Harry Potter and the Half-Blood Prince dan Harry Potter and the Deathly Hallows merupakan dua novel terakhir dari serial Harry Potter yang ditulis oleh J.K Rowling. Harry Potter adalah novel seri yang menceritakan tentang  kehidupan penduduk sihir yang juga menggambarkan permasalahan dalam  kehidupan sosial yang nyata. Kemurnian darah adalah masalah yang paling pelik di antara permasalahan lainnya yang digambarkan di dalam novel tersebut. Kemurnian darah merupakan sebuah konsep yang diciptakan berdasarkan kepentingan politik, yang kemudian membentuk kelas-kelas sosial. Melalui sistem kelas sosial, masyarakat dikelompokkan berdasarkan garis keturunan mereka. Hal ini kemudian menyebabkan diskriminasi sosial, yang mana masyarakat kelas atas selalu mengucilkan masyarakat kelas bawah dan memperlakukan mereka semena-mena. Artikel ini memiliki tiga permasalahan yang dibahas: pertama adalah diskriminasi sosial yang digambarkan di dalam novel, kedua adalah ideologi yang terbentuk di novel tersebut, dan yang ketiga adalah unsur politik dibalik diskriminasi. Artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif  untuk memeriksa analisisnya. Artikel ini diawali dengan analisis dari novel dan menggunakan teori representasi oleh Stuart Hall. Kami menganalisis struktur novel yang membentuk wacana-wacana diskriminasi sosial. Analisis ini menghasilkan penjelasan tentang wacana diskriminasi sosial yang digambarkan di dalam novel yang kemudian menjadi sebuah kritik terhadap sistem kelas sosial di masyarakat Inggris, terutama masyarakat kelas atas yang sewaktu-waktu memanfaatkan posisi mereka untuk bertindak sewenang-wenang terhadap masyarakat kelas bawah. Gambaran diskriminasi tersebut membentuk ideologi penulis yang menyatakan bahwa novel tersebut merupakan suatu kritik terhadap pola kehidupan bermasyarakat yang mana sistem kelas sosial sendiri dibentuk karena kepentingan politik sekelompok orang yang bertujuan menguasai masyarakat.

Kata Kunci: Kemurnian Darah, Ideologi, Diskriminasi Sosial, Teori Representasi

 

Written by