PENANDA FATIS DALAM BAHASA JAWA YANG DIGUNAKAN OLEH MASYARAKAT MADURA DI JEMBER

Siti Yuliana, S.S.

 

Abstrak

Artikel ini membahas tetang penanda fatis dalam bahasa Jawa yang digunakan oleh Masyarakat Madura di Jember. Penutur Madura ketika berbicara menggunakan bahasa Jawa, maka penanda fatis yang diucapkan merupakan penanda fatis bahasa Madura. Dilihat dari segi penuturnya, bentuk penanda fatis dalam bahasa Jawa yang digunakan oleh masyarakat Madura di Jember bervariasi serta dari segi  pemakaian dan distribusinya juga bervariasi. Penelitian ini menggunakan tiga tahap penelitian, yaitu: 1) tahap penyediaan data, 2) tahap analisis data, dan 3) tahap penyajian hasil analisis data. Metode yang digunakan dalam tahap penyediaan data, yaitu metode simak. Tahap yang kedua adalah tahap analisis data, yaitu menggunakan metode padan dan agih. Metode. Tahap ketiga yaitu penyajian hasil analisis data, yaitu menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk penanda fatis dalam bahasa Jawa yang digunakan masyarakat Madura di Jember, berupa 1) partikel, 2) kata fatis, 3) pengulangan kata, dan 4) penggunaan afiks. Penanda fatis yang berupa partikel, yaitu jhâ’, kan, ko dan ra, yâ, lâ, pas, ta, dhing, ki, lah, dan mbok. Penanda fatis yang berupa kata fatis, yaitu sènga’, ma’, adâ’, bâh, mara, jeneng, mboh, wés, dan mayo’. Penanda fatis yang berupa pengulangan kata, yaitu cén, ndak, jal, mboh, yo, dan iku. Penanda fatis yang berupa penggunaan afiks, yaitu –an dan –en.

Kata kunci: penanda fatis, partikel, kata fatis, pengulangan kata, penggunaan afiks

 

 

 

 

 

 

Written by