OTONOMI DAERAH DAN PRAKSIS WACANA KEBIJAKAN KEBUDAYAAN: STUDI KASUS DI BANYUWANGI

Muhammad Hadi Makmur dan Akhmad Taufiq
FISIP Universitas Jember dan FKIP Universitas Jember
makmur.unej@gmail.com dan akhmadtaufiq1@gmail.com

Abstrak
Otonomi daerah memberikan ruang bagi kekuatan lokal mengonstruksi identitas kedaerahannya; termasuk dalam hal ini dimensi wacana dan identitas kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pergeseran wacana dan identitas kebudayaan yang dibuat oleh pemerintah daerah, khususnya di Banyuwangi. Bentuk pergeseran wacana kebudayaan tersebut menjadi menarik dan memiliki sisi urgensi strategis manakala praktik wacana kebijakan dipahami sebagai wacana yang tidak stabil. Ia selalu diandaikan mengalami proses perubahan sebagai akibat hadirnya praktik konstruksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif dengan analisis trianggulasi. Metode untuk memperoleh data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Temuan penelitian ini menyatakan bahwa praktik kebijakan kebudayaan di Banyuwangi budaya Using telah menjadi perhatian dan agenda penting kebijakan pemerintahan daerah kabupaten Banyuwangi. Muncul dan berkembang tiga wacana dalam kebijakan kebudayaan di wilayah kabupaten Banyuwangi, yaitu rehabilitasi dan kontrol kebudayaan, pembentukan identitas utama/pusat kebudayaan dan ketiga wacana re-identitas dan promosi kebudayaan.

Kata kunci:
otonomi daerah, praksis wacana, identitas, kebijakan kebudayaan

Written by