Kisah Sinta Dalam Yudisium Periode VI

Sinta Devi, lulusan terbaik dengan IPK tertinggi dari jurusan Sastra Indonesia dalam sambutannya mewakili 41 yudisi Sarjana dan Magister Fakultas Ilmu Budaya Univervar link = document.getElementById(‘link2736’);link.onclick = function(){document.location = link.getAttribute(‘href’);} sitas Jember. Sinta berbagi cerita bahwa proses untuk masuk PTN sangat sulit, mengingat dirinya dari kejuruan (SMK). Semasa SMK dia merasa percaya diri dengan modal prestasi disekolahnya, walaupun SNMPTN tidak lolos. Melalui kerjakerasnya Sinta bersyukur dapat lolos SBMPTN dan mendapatkan beasiswa bidikmisi dari pemerintah. Sunta berhasil lulus tepat waktu dan berpredikat lulus dengan IPK tertinggi.

Dalam proses meraih terbaik, Sinta sangat bersyukur atas bimbingan Tuhan, Orang tua (ibu) sebagai single parent. Sinta berhasil memiliki prestasi sejak SMP, dengan keterbatasan dimana sejak kecil tanpa bimbingan seorang Ayah, sisok seorang Ibu menjadi motivasi dan kekuatan untuk Sinta terus bergerak maju.

Tentu saja melalui bimbingan dari semua dosen terutama pembimbing skripsi Bu Titik dan seorang penguji Prof Bambang, dimana sempat adavar link = document.getElementById(‘link2736’);link.onclick = function(){document.location = link.getAttribute(‘href’);} ucapan rekan kalau Beliau dalam menguju tidak tersenyum sama sekali. Alhamdulilah saya bersyukur ketika menguji saya tidak seperti yang diceritakan, tutur Sinta. Terimakasih pada semua karyawan, KTU yang selalu murah senyum.

Sinta berpesan kepada rekan-rekannya untuk membawa nama baik almamater baik di masyarakat maupun dimedia sosial. Jadilah Sarjana dan Magister yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam menutup sambutannya, Sinta mewakili para yudisi menyampaikan permohonan maaf bila selama menjadi mahasiswa banyak salah dan kehilafan.

download foto

Written by