Belajar duduk mengikuti prosesi yudisium

Sebanyak 41 calon sarjana dan magister Fakultas Ilmu Budaya (21/6) mengikuti gladi bersih yudisium periode V di aula Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember.

Soekma Yeni mengingatkan kepada para yudisi pentingnya tata cara prosesi resmi pelaksanaan yudisium. Soekma mencontohkan bagaimana tata cara duduk dan berdiri tanpa merubah kursi hingga kursi tidak berbunyi. Soekma juga berharap semuavar link = document.getElementById(‘link2736’);link.onclick = function(){document.location = link.getAttribute(‘href’);} yudisi mengikuti tata cara yang baik dilakukan oleh para yudisi.

Erna Rochiyati mengevaluasi jalannya gladi bersih

Saat MC membacakan “yudisi dimohon berdiri” maka secara serentak paravar link = document.getElementById(‘link2736’);link.onclick = function(){document.location = link.getAttribute(‘href’);} yudisi supaya dengan sigap berdiri. Begitu juga ketika yudisi dipersilahkan duduk.

Karena ini upacara, maka tidak diperkenankan untuk mengingatkan temannya ketika ada kesalahan apalagi sampai ditertawakan. Jalannya biasa saja kalau perlu dirumah belajar berjalan, mengingat yudisi perempuan biasanya pakai sepatu hak tinggi.

Saat sesi jabat tangan dengan dekan dan ketua jurusan supaya mengambil posisi tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh. Jangan pula ketika diphoto melihat juru photo, tetap menghada dan tersenyum ke dekan.

Dirigen Paduan Suara Mahasiswa (PSM) supaya mengambil posisi yang tegak dan mengikuti irama yang sesuai dengan lagu yang dinyanyikan.

Begitu kita mengikuti prosesi upacara yang baik sebagai tanda kesyukuran kita dalam upacara yudisium.

 

Written by