HUBUNGAN INTERTEKSTUAL NOVEL PENGAKUAN PARIYEM KARYA LINUS SURYADI AG DENGAN NOVEL GADIS PANTAI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER

Dewi Sugiyanti

 

Abstrak

Artikel ini membahas kajian intertesktual novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer dan novel Pengakuan Pariyem karya Linus Suryadi AG. Kedua novel tersebut memiliki perbedaan dan persamaan, dengan novel Gadis Pantai sebagai hipogramnya. Metode yang digunakan penulis adalah metode deskriptif kualitatif dengan analisis intepretatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa analisis novel Gadis Pantai dan Pengakuan Pariyem secara intertesktual terdapat kesamaan dari segi tema dan tokoh, selain itu unsur alur dan latar memiliki perbedaan satu sama lain. Selain itu, dari segi isi cerita kedua novel terdapat perbedaan. Gadis Pantai menikah secara sah dengan Bendoro, sedangkan Pariyem hanya dijadikan selir. Gadis Pantai tidak mengetahui agama, sedangkan Pariyem mengetahui. Gadis Pantai dilarang untuk merawat anaknya, sedangkan anak Pariyem dirawat bersama. Dapat disimpulkan novel Gadis Pantai dan novel Pengakuan Pariyem memiliki hubungan intertekstual.

Kata kunci: novel, Gadis Pantai, Pengakuan Pariyem, intertekstual.

 

 

 

 

 

 

 

Written by