Gaya Bahasa Dalam Tindak Tutur Mahasiswa Fakultas Sastra   Universitas Jember (Kajian Pragmatik)

Dita Amalia Wulandari

 

ABSTRAK

 

Komunikasi yang dilakukan antarmahasiswa Fakultas Sastra Universitas Jember mengandung gaya bahasa berupa majas. Pada saat melakukan komunikasi di luar kelas, mereka mempunyai kebebasan berbicara daripada di dalam kelas. Oleh karena itu, dalam kebebasan berbicara tersebut menimbulkan adanya gaya bahasa. Tuturan yang mengandung gaya bahasa memiliki prinsip kerja sama dan sopan santun yang dilakukan penutur dan mitra tutur. Berdasarkan hal tersebut, dalam artikel ini dideskripsikan gaya bahasa dalam tindak tutur mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Jember (kajian pragmatik). Metode penyediaan data yang digunakan yaitu metode simak dan metode cakap. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan, teknik dasarnya yaitu Pilah Unsur Penentu (PUP). Penyajian hasil analisis secara informal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tuturan yang mengandung gaya bahasa berupa majas banyak digunakan oleh mahasiswa yang mempunyai hubungan teman dekat. Penggunaan gaya bahasa tersebut bertujuan untuk menyindir, memaki, melucu atau bercanda, dan memberikan rasa kepedulian. Selain itu dalam tuturan yang mengandung gaya bahasa banyak yang melanggar prinsip kerja sama dan sopan santun yaitu pada maksim kantitas dan maksim pujian atau penghargaan.

 

Kata kunci: gaya bahasa, prinsip kerja sama, dan prinsip sopan santun.

Written by