OJS: Selain Naskah yang Bagus, Butuh Peran Optimal Managerial, Editior dan Reviewer

Sosialisasi Open Journal System (OJS) yang dilakukan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jember (8/2) dalam rangka membangun jurnalnya terindeks baik secara offline maupun online patut untuk ditindaklanjuti bersama. Hal ini disampaikan Wakil Dekan I, Albert Tallapessy kepada pengelola jurnal ilmiah yang ada di Fakultas Ilmu Budaya, sayangnya yang kami undang dari semua pengelola jurnal hanya beberapa saja yang hadir, padahal kami telah mengundang Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Penerbitan Universitas Jember, Siswoyo selaku Manager OJS di Universitas Jember. Siswoyo sendiri sangat menyayangkan banyaknya jurnal ilmiah yang sudah memiliki ISSN hanya beberapa saja yang dalam pengelolaannya dinilai baik. Sementara ada beberapa jurnal yang jalan ditempat bahkan terindikasi telah lama tidur tanpa aktivitas.

Geliat sivitas akademika mulai terusik keberadaan jurnal ilmiah setelah munculnya Peraturan Dirjen Dikti No.1 tahun 2014 dan Peraturan Kepala LIPI No. 3 tahun 2014 tentang Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah. Dalam pedoman tersebut telah diatur bahwa mulai tanggal 1 April 2016 jurnal ilmiah yang akan diakreditasi adalah jurnal yang dikelola menggunakan e-journal.

Beberapa jurnal ilmiah Fakultas Ilmu Budaya yang telah masuk dalam OJS yaitu Publika Budaya, Semiotika,  dan Literasi yang ketiganya masih perlu kerja keras dan peranan yang optimal dari masing-masing manager, editor dan reviewer. Albert menghendaki kedepan jurnal ilmiah FIB menjadi jurnal yang terakreditasi.

Untuk mewujudkan jurnal yang terakreditasi, Siswoyo menekankan pentingnya kinerja pengelolaan jurnal yang baik yaitu dibutuhkan peranan optimal dari seorang manager jurnal, editor dan reviewer. Apabila semua telah melakukan peranan yang baik sesuai dengan tugasnya niscaya jurnal yang telah di kelola dengan baik tersebut akan mudah terindeks dan tentu saja mudah mendapatkan pengakuan (akreditasi) yang baik.

Written by