Untuk memanjakan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Jember dalam access internet, pimpinan Fakultas Sastra Universitas Jember telah menambah 5 access point (1/6). Kami bangga dengan banyaknya mahasiswa menggunakan jaringan wfi guna menambah wawasan keilmuan mereka dalam mencari sumber keilmuan dan perbedaharaan bahasa melalui akses internet, kami menyadari yang menjadi kendala adalah jaringan wfi di Fakultas Sastra masih terbatas, sehingga kami berpikir keras dan akhirnya kami dapat menambah pemasangan access point sejumlah lima...Read More
Pendaftaran Seleksi Bersama Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Universitas Jember telah ditutup pada 29 Mei 2015 dan Ujian SBMPTN akan siap dilaksanakan pada tanggal 9 Juni mendatang. Pendaftar SBMPTN telah menembus angka sepuluh ribu sembilan ratusan, kata Ketua Panitia Lokal 58 Universitas Jember, Albert Tallapessy, MA, Ph.D yang juga Pembantu Dekan I Fakultas Sastra Universitas Jember. Disampaikan pada saat memberikan pengarahan (1/6) kepada calon Ketua dan Sekertaris Lokasi....Read More
Ada kesepaktan yang menguat dalam lokakarya Universitas Jember pada 26 Mei 2015 lalu, yaitu penyusunan naskah akademik pengusulan KH. Achmad Siddiq untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional. Acara yang digelar di aula serbaguna Fakultas Hukum Universitas Jember itu diahadiri oleh kiai sepuh NU KH Abdul Muchit Muzadi yang semasa mudanya adalah sekretaris pribadi KH. Achmad Siddiq. “Kami juga menghadirkan Pengasuh Ponpes Tebu Ireng KH Salahuddin Wahid dan KH Afifudin Muhajir dari Ponpes...Read More
Kuatnya pengaruh kapitalisme dan budaya konsumsi dalam kehidupan masyarakat lokal yang berakibat pada dominasi orientasi ekonomi dalam keberantaraan kultural yang mereka lakoni, memunculkan praktik hibriditas kultural dalam budaya lokal itu sendiri. Keyakinan maupun ritual yang dulu dianggap murni sejatinya telah, tengah, dan akan mengalami pemaknaan-pemaknaan baru yang disesuaikan dengan perkembangan orientasi ekonomi dan budaya modern dalam kehidupan mereka. Pemaknaan-pemaknaan baru itu memang tidak muncul dalam narasi yang dimunculkan oleh akademisi...Read More
Hefner (1999: 4-5) secara jeli mengingatkan tentang kehadiran budaya konsumsi dalam kehidupan masyarakat Tengger yang semakin meningkat pada masa Orde Baru: Barang-barang konsumsi buatan Jepang mulai menggantikan tradisi slametan sebagai simbol kemakmuran dan prestise. Dalam semua aspek kehidupan, tampaknya, suatu wilayah yang dulu dengan bangga pernah menghindari hirarki dan ketidaksamaan seperti yang terjadi di dataran rendah, kini mendapatkan dirinya sebagai bagian masyarakat Jawa yang lebih luas. Sebuah dunia sedang tenggelam....Read More