JEMBER, 14 Oktober 2026
Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Jember (UNEJ), melanjutkan Workshop Penguatan Metode dan Metodologi Sejarah pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan hari kedua berlangsung di Aula Sutan Takdir Alisjahbana, FIB UNEJ, secara hibrida, dengan menghadirkan Dr. Abdurakhman, S.S., M.Hum., dari Universitas Indonesia (UI) sebagai narasumber melalui sambungan daring dari Jakarta. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat keterampilan mahasiswa dalam menerapkan metode sejarah serta menyusun proposal skripsi yang terarah.

Foto Bersama pada Hari Kedua Workshop Penguatan Metode dan Metodologi Sejarah FIB UNEJ, 14 Oktober 2026.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Program Studi Ilmu Sejarah, Dr. Eko Crys Endrayadi, M.Hum. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi menegaskan pentingnya penguatan metode dan metodologi sejarah bagi mahasiswa, terutama mahasiswa yang sedang mempersiapkan proposal skripsi. Penguasaan metode diharapkan membantu mahasiswa merumuskan masalah penelitian secara jelas, menentukan sumber yang relevan, dan menyusun penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Ketua Program Studi Ilmu Sejarah, Dr. Eko Crys Endrayadi, M.Hum., memberikan sambutan pada Workshop Penguatan Metode dan Metodologi Sejarah FIB UNEJ.
Sesi materi Dr. Abdurakhman, S.S., M.Hum yang dipandu oleh moderator Dr. Tri Chandra Aprianto, M.Hum. melengkapi pembahasan hari kedua dengan menitikberatkan pada eksplanasi dan interpretasi sejarah, penggunaan teori sosial, serta teknik historiografi. Pokok bahasan tersebut menegaskan bahwa penelitian sejarah tidak berhenti pada pengumpulan informasi atau penyusunan kronologi peristiwa. Peneliti perlu menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu peristiwa berlangsung, menghubungkan fakta dengan konteksnya, serta membangun argumentasi berdasarkan bukti yang dapat ditelusuri.

Dr. Abdurakhman, S.S., M.Hum. Menyampaikan Materi Metode Sejarah secara Daring melalui Zoom.
Eksplanasi dan Interpretasi: Menjelaskan Makna di Balik Peristiwa
Eksplanasi sejarah berkenaan dengan upaya menjelaskan proses, hubungan, perubahan, dan konteks yang membentuk suatu peristiwa. Karena itu, peneliti perlu bergerak melampaui pertanyaan mengenai apa, siapa, kapan, dan di mana, menuju pertanyaan bagaimana dan mengapa. Penjelasan harus ditopang oleh sumber yang memadai serta menunjukkan hubungan antarfakta secara logis.
Interpretasi dilakukan dengan memberi makna terhadap fakta yang telah diperoleh melalui pembacaan kritis atas sumber. Fakta tidak cukup disusun sebagai daftar informasi atau kutipan. Peneliti perlu menghubungkan informasi dari berbagai sumber, memperhatikan konteks ruang dan waktu, serta mempertimbangkan perbedaan keterangan yang ditemukan. Interpretasi yang kuat harus dapat menunjukkan bukti yang mendasari kesimpulan dan tidak melampaui informasi yang tersedia.
Dalam proses tersebut, teori dan konsep ilmu sosial dapat digunakan sebagai alat bantu analisis untuk memahami fenomena sejarah secara lebih mendalam. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan pertanyaan penelitian dan karakter sumber, bukan sekadar dicantumkan sebagai pelengkap proposal.
Historiografi: Menyusun Narasi yang Berbasis Bukti
Pembahasan berikutnya berkaitan dengan historiografi, yaitu penyajian hasil penelitian dalam bentuk tulisan sejarah yang sistematis dan argumentatif. Narasi sejarah yang baik bukan hanya memuat urutan kejadian, melainkan menjelaskan hubungan antarfakta, proses perubahan, sebab-akibat, dan konteks yang relevan dengan rumusan masalah.

Antusiasme Mahasiswa Menyimak Materi Metode Sejarah pada Hari Kedua Workshop FIB UNEJ.
Kualitas historiografi bergantung pada keterhubungan antara sumber, kritik sumber, interpretasi, eksplanasi, dan argumentasi. Setiap pernyataan penting perlu memiliki dasar bukti yang jelas. Dengan demikian, tulisan sejarah tidak sekadar deskriptif, tetapi juga analitis dan terbuka untuk diuji melalui sumber yang digunakan.
Coaching Proposal Menghubungkan Metode dengan Rencana Penelitian
Setelah sesi materi dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan coaching proposal skripsi yang difasilitasi oleh Drs. IG. Krisnadi, M.Hum. Pendampingan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk meninjau rancangan penelitian, memperjelas rumusan masalah, serta mencocokkan topik dengan sumber yang tersedia dan metode yang akan digunakan.
Dalam penyusunan proposal, mahasiswa perlu menjelaskan bukan hanya alasan pentingnya topik, tetapi juga kelayakan topik tersebut untuk diteliti. Rumusan masalah harus dapat dijawab melalui sumber yang dapat diakses; rencana kritik dan analisis sumber perlu dinyatakan; dan rancangan penulisan harus menunjukkan bagaimana interpretasi serta argumentasi sejarah akan dibangun. Keselarasan unsur-unsur tersebut membantu proposal menjadi lebih fokus dan realistis untuk dilaksanakan.
Memperkuat Kompetensi Penelitian Sejarah Mahasiswa
Dr. Latifatul Izzah, M.Hum. dipercaya untuk menakhodai Workshop yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026. Kegiatan menyasar mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah, khususnya angkatan 2023 yang sedang mempersiapkan proposal skripsi dan angkatan 2024 yang akan memasuki tahap penyusunan proposal pada tahun mendatang.
Melalui materi dan coaching, mahasiswa diharapkan semakin cermat dalam menilai sumber, mampu mengembangkan penjelasan historis, serta menyusun tulisan yang didukung bukti dan argumentasi yang jelas. Pelaksanaan secara hibrida juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berdialog dengan narasumber dari luar Jember dan memperluas pengalaman akademik mereka.
Berita terkait: Prodi Ilmu Sejarah UNEJ Perkuat Kompetensi Riset Mahasiswa melalui Workshop Metode dan Metodologi Sejarah
