JEMBER, 13 Oktober 2026
Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Jember (UNEJ), menyelenggarakan Workshop “Penguatan Metode dan Metodologi Sejarah” pada 13–14 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–16.00 WIB ini dipusatkan di Aula Sutan Takdir Alisjahbana, FIB UNEJ, dan dilaksanakan secara hibrida untuk memperluas partisipasi mahasiswa.

Workshop Penguatan Metode dan Metodologi Sejarah: Membangun Fondasi Penelitian Sejarah yang Berkualitas
Workshop diikuti sekitar 210 mahasiswa secara luring dan daring. Peserta terutama berasal dari angkatan 2023 yang sedang menyusun proposal skripsi serta angkatan 2024 yang dipersiapkan untuk mulai menyusun proposal pada tahun berikutnya. Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi pemaparan materi dan diskusi mengenai penentuan masalah penelitian, pemilihan pendekatan, serta penyusunan rancangan penelitian sejarah.

Dosen Mendampingi Mahasiswa dalam Workshop Penguatan Metode dan Metodologi Sejarah
Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Sejarah berupaya memperkuat kemampuan mahasiswa dalam merancang penelitian yang terarah, kritis, dan analitis. Penguasaan metode dan metodologi diharapkan membantu mahasiswa menyusun proposal secara lebih matang, meminimalkan revisi yang berulang, dan mendukung penyelesaian studi tepat waktu.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya UNEJ Tekankan Pentingnya Penguatan Metode dan Metodologi Sejarah
Pada hari pertama, Prof. Dr. Yety Rochwulaningsih, M.Si., dari Program Doktor Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro (UNDIP), menyampaikan materi “Metodologi Penelitian Sejarah”. Meski sedang berada di Jepang, Prof. Yety tetap berbagi pengetahuan dengan peserta melalui sambungan daring. Kehadiran narasumber lintas negara ini menunjukkan bahwa format hibrida dapat menjaga kesinambungan kegiatan akademik sekaligus memperluas akses mahasiswa terhadap pakar.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Yety menekankan pentingnya membedakan metode sejarah dan metodologi sejarah. Metode berkaitan dengan langkah teknis penelitian mulai dari penelusuran sumber (heuristik), kritik sumber, interpretasi, hingga historiografi. Sementara itu, metodologi menyangkut landasan berpikir, pertimbangan epistemologis, serta alasan ilmiah yang mendasari pemilihan cara dan pendekatan untuk menjelaskan fakta sejarah.

Antusiasme Mahasiswa dalam Mendalami Metodologi Penelitian Sejarah Bersama Prof. Dr. Yety Rochwulaningsih, M.Si.
Menurut materi yang disampaikan, sumber sejarah kerap tidak lengkap dan tidak dapat menjelaskan maknanya sendiri. Karena itu, sejarawan perlu melakukan kerja analitis dengan menggunakan konsep dan teori yang relevan. Penelitian sejarah tidak cukup berhenti pada pertanyaan tentang apa, siapa, kapan, dan di mana suatu peristiwa berlangsung, tetapi perlu menguraikan mengapa dan bagaimana peristiwa itu terjadi serta faktor-faktor yang membentuknya.
Prof. Dr. Yety juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan multidimensional melalui dialog antara ilmu sejarah dan ilmu sosial, antara lain sosiologi, antropologi, ilmu politik, dan ekonomi. Pendekatan ini membantu peneliti membaca hubungan antara peristiwa dan struktur sosial, nilai budaya, relasi kekuasaan, serta kondisi ekonomi. Dengan demikian, penulisan sejarah dapat bergerak melampaui narasi kronologis menuju penjelasan yang lebih kritis, kontekstual, dan komprehensif.
Sebagai contoh, pembahasan mengenai Pemberontakan Petani Banten 1888 dalam karya Sartono Kartodirdjo memperlihatkan bahwa suatu peristiwa tidak hanya dapat dipahami melalui urutan kejadian dan tokoh yang terlibat. Penjelasan juga perlu mempertimbangkan tekanan struktur agraria dan ekonomi kolonial, kondisi sosial-keagamaan, serta ketidakadilan yang melingkupi masyarakat. Contoh tersebut menguatkan pesan utama bahwa metode dan metodologi harus digunakan secara bersinergi agar fakta sejarah dapat dianalisis secara mendalam.
Rangkaian workshop berlanjut pada hari kedua dengan materi dari Dr. Abdurakhman, S.S., M.Hum. yang mengikuti kegiatan dari Jakarta melalui sambungan daring. Sesi ini menjadi bagian dari penguatan wawasan metodologis mahasiswa sebelum mereka menerapkan rancangan penelitian pada proposal skripsi masing-masing.
Selain pemaparan materi, workshop dilengkapi dengan coaching proposal skripsi yang difasilitasi oleh Drs. IG. Krisnadi, M.Hum. Dalam sesi pendampingan ini, mahasiswa memperoleh ruang untuk mendiskusikan gagasan penelitian dan menajamkan rancangan proposal. Coaching diharapkan membantu mahasiswa menghubungkan topik, rumusan masalah, sumber sejarah, pendekatan, dan metode secara konsisten.

Semangat Mahasiswa, Menguatkan Kualitas Penelitian Sejarah
Pelaksanaan workshop selama dua hari ini menegaskan komitmen Prodi Ilmu Sejarah FIB UNEJ dalam meningkatkan kualitas proses akademik dan pendampingan tugas akhir. Dengan bekal metodologis yang lebih kuat dan kesempatan berkonsultasi secara langsung, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan proposal skripsi yang lebih fokus, argumentatif, serta layak diteliti, sehingga proses penyelesaian studi dapat berlangsung lebih efektif.
