FIB UNEJ Gelar Sarasehan Film Bersama Hanung Bramantyo, Dorong Penguatan Ekosistem Sinematografis Berbasis Budaya Lokal

JEMBER, 21 SEPTEMBER 2026 — Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB UNEJ) sukses menggelar kegiatan Sarasehan Film pada Minggu (20/9) pukul 16.00–20.00 WIB di Auditorium FIB UNEJ. Acara ini menghadirkan sutradara kenamaan Indonesia, Hanung Bramantyo, sebagai narasumber utama untuk berbagi wawasan mengenai industri perfilman tanah air.

Sarasehan ini menjadi wadah dialog kreatif antara insan perfilman dan sivitas akademika UNEJ, khususnya mahasiswa Program Studi Televisi dan Film. Kehadiran sutradara di balik film-film fenomenal seperti Ayat-Ayat Cinta, Kartini, dan Soekarno ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami proses kreatif, tantangan industri, serta peran film sebagai medium komunikasi budaya dan sejarah.

Dalam paparannya, Hanung Bramantyo menekankan pentingnya peran insan akademis di tengah arus informasi modern.

“Insan kampus harus menjadi kompas moral di era media sosial dan postmodernisme, ketika batas antara fakta dan imajinasi menjadi sangat tipis,” ujar Hanung di hadapan peserta.

Dekan FIB UNEJ, Prof. Nawiyanto, M.A., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen fakultas untuk memperkuat ekosistem perfilman di lingkungan kampus.

“Film bukan hanya karya seni, tetapi juga ruang refleksi sosial dan budaya. Melalui sarasehan ini, kami berharap mahasiswa memperoleh inspirasi sekaligus motivasi untuk menghasilkan karya yang berdaya saing,” tegas Nawiyanto.

Ia menambahkan bahwa melalui sarasehan ini diharapkan terjalin kolaborasi dalam produksi karya sinematografis maupun pengayaan pembelajaran bagi mahasiswa dan dosen.

“Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana menjadikan sejarah dan budaya lokal Jawa Timur sebagai inspirasi bagi karya-karya sinematografis,” lanjutnya.

Rangkaian acara berlangsung interaktif, mencakup sesi tanya jawab, diskusi mendalam, hingga pemutaran cuplikan film karya Hanung Bramantyo. Ratusan mahasiswa, dosen, serta perwakilan komunitas film lokal tampak memenuhi auditorium. Acara ini juga melahirkan kesepakatan kolaborasi antara FIB UNEJ dan pihak praktisi untuk produksi karya sinematografis serta pelibatan praktisi dalam proses pembelajaran ke depan.

Melalui Sarasehan Film FIB UNEJ 2026, fakultas berharap dapat menciptakan momentum penting bagi pengembangan industri kreatif di Jember, sekaligus memperkuat posisi FIB UNEJ sebagai pusat kreativitas sinematografis berbasis sejarah dan budaya ujung timur Jawa di kancah nasional maupun global.