Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Mar 7, 2017 in Summary | 0 comments

Makna Simbol-simbol Islam dalam Film Kukejar Cinta ke Negeri Cina

RINGKASAN

Makna Simbol-simbol Islam dalam Film Kukejar Cinta ke Negeri Cina; Mega Saputri Septialila, 120110401065;  2016;  117 halaman; Program Studi Televisi dan Film Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember.

 

Film Kukejar Cinta ke Negeri Cina merupakan film bergenre drama romantis mengusung tema religi, dirilis pada tahun 2014, disutradarai oleh Fajar Bustomi. Film Kukejar Cinta ke Negeri Cina merupakan film komedi romantis yang mengusung tema religi Islam dengan alur cerita yang tidak rumit dan adegan kocak yang ditampilkan tidak membosankan. Selain ceritanya yang menarik, penonton juga dimanjakan oleh berbagai pemandangan yang bernuansa Cina dan membuka wawasan tentang fakta sejarah yang terabaikan tentang Islam di masa lalu. Sehingga memunculkan simbol-simbol Islam yang memiliki makna sesuai dengan ajaran agama Islam. Hal tersebut menjadi menarik untuk dikaji sebagai objek penelitian karena melalui makna dibalik simbol-simbol Islam, penonton dapat memahami ajaran-ajaran agama Islam sehingga bermanfaat bagi umat Islam itu sendiri. Secara keseluruhan film Kukejar Cinta ke Negeri Cina memberikan pencerahan, edukatif dan perspektif bersahabat.

Menggunakan metode kualitatif dan pendekatan semiotika Roland Barthes, diharapkan dapat mengungkapkan makna di balik simbol-simbol Islam. Peneliti menganalisis seluruh unsur audio visual dalam film Kukejar Cinta ke Negeri Cina yang dijadikan sebagai objek kajian penelitian. Sudut pandang Roland Barthes menghasilkan proses rangkaian hubungan makna denotasi, makna konotasi, dan mitos. Kemudian unsur sinematografi diperlukan dalam film agar dapat menciptakan visualisasi. Sehingga dapat mendeskripsikan makna dibalik simbol Islam dalam cerita maupun adegan yang ditampilkan. Aspek teknis yang digunakan peneliti yaitu jarak kamera terhadap obyek (Type of Shot) dan sudut pengambilan gambar (Angle). Aspek teknis tersebut termasuk dalam unsur sinematografi. Secara keseluruhan unsur sinematografi telah mendukung sineas dalam menciptakan sebuah film yang bergenre romantis dengan mengusung tema religi. Sedangkan jenis penelitiannnya menggunakan metode penelitian kualitatif, teknik observasi tak partisipan, dan studi pustaka.

Hasil penelitian ini memperlihatkan makna dari simbol-simbol Islam sesuai dengan ajaran agama Islam. Menggunakan teori semiotika Roland Barthes dapat menemukan makna dibalik simbol-simbol Islam. Simbol-simbol Islam Pada film Kukejar Cinta ke Negeri Cina dilihat dari segi cerita dan adegan yang ditampilkan sehingga berhasil menghadirkan tata cara bertindak sesuai dengan ajaran agama Islam. Beberapa contoh konkret mengenai simbol-simbol Islam yang terdapat dalam film Kukejar Cinta ke Negeri Cina, seperti pakaian syar’i menurut Islam, penampilan bangunan masjid, cinta manusia kepada Allah SWT, cinta manusia kepada manusia, toleransi dalam Islam.

Misalnya Umat muslim hendaklah berpakain yang syar’i, pakaian syar’i telah dijelaskan dalam kitab suci Al-Qur’an dan Sunnah Rasul baik berupa Ijma’ maupun Qiyas. Penampilan bangunan masjid tidak harus berbentuk kubah karena tidak ada perintah Allah yang mengharuskan berbentuk kubah. Masjid di Indonesia sendiri memiliki bentuk masjid yang bermacam-macam. Cinta manusia kepada Allah diwujudkan dengan menjalankan perintah dan menjauhi semua larangan Allah. Sebagai umat muslim hendaknya melaksanakan shalat sebagai bentuk cinta dan dapat komunikasi secara langsung kepada Allah. Cinta manusia kepada manusia dibuktikan dengan dua orang yang saling mencintai, hendaknya mereka melangsungkan pertunangan atau khitbah. Islam tidak melarang apabila pertunangan dilengkapi dengan Al-Qur’an, karena Al-Qur’an sebagai pengingat untuk menjalankan perintah Allah. Sikap toleransi tidak hanya dilakukan antar manusia dengan manusia saja, namun dapat berupa ornamen yang memunculkan rasa toleransi. Seperti pada penampilan bangunan masjid Niujie, Cina. Terdapat ornamen naga dengan mata tertutup, dimakna konotasikan sebagai wujud dari sikap toleransi bagi masyarakat Cina yang beragama muslim.

 

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *