Sastra dan Budaya Tidak akan Terganti Oleh Teknologi

Seminar Nasional Sastra dan Budaya (20/12) di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember mengangkat tema “Sastra dan Perkembangan Media”.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember membuka Seminar Nasional “Sastra dan Perkembangan Media”

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, Prof.Dr.Akhmad Sofyan, M.Hum dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia, Prof. Novi Anoegrajekti yang juga ketua HISKI Jember dan nara sumber, Prof. Dr. IB Putera Manuaba, M.Hum, Dr. Aprinus Salam, M.Hum.

Dekan menyampaikan bahwa ada perubahan yang sangat besar dengan perkembangan teknologi. Teknologi dulu adalah barang mewah sekarang menjadi kebutuhan dan bukan lagi dikatakan mewah.

Kalau dulu kirim surat cinta pada pacar harus mengantar sendiri dan harus menunggu berminggu-minggu. Sekarang mau pacaran sambil tidur-tiduran dengan teknologi bisa.

Kita harus bisa mengambil hikmah dari perkembangan teknologi informasi terutama dalam keilmuan sastra dan budaya.

Ketua HISKI Jember, Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum dalam paparannya sebagai ketua pelaksana seminar nasional menyampaikan sebanyak 73 karya hasil dari 104 penulis lintas provinsi yang sudah tercetak dalam satu buku akan dipresentasikan.

Novi juga menyampaikan kehadiran mereka menunjukkan kepercayaan yang tinggi kepada Fakultas Ilmu Budaya. Kepercayaan dan jalinan kerjasama yang telah terbangun ini menurutnya perlu terus dikembangkan dan ditindaklanjuti dengan `Srawung Akademik` agar memiliki cakrawala yang semakin luas, beragam, dan tidak hanya sebatas tempurung.

Prof. Dr. IB Putera Manuaba, M.Hum memastikan bahwa :

Sastra dan Budaya tidak akan bisa tergantikan oleh teknologi.

Dunia cyber sianggap paling midah, begitu kita menulis sudah bisa langsung diterbitkan dan dibaca dalam waktu yang singkat oleh siapapun diseluruh penjuru dunia.

Dr. Aprinus Salam, M.Hum

Konteks bagaimana posisi negara dalam perkembangan sastra dan media.

Pengertian subjek grammer, subjek hukum, subjek wacana atau yang dipersepsi atau filosofis, dan subjek aku.

Written by 

One Reply to “Sastra dan Budaya Tidak akan Terganti Oleh Teknologi”

  1. Perkembangan teknologi yang sangat pesat memang bagaikan pisau bermata dua, satu sisi sangat menguntungkan dan memudahkan, di sisi lain bisa merugiakn bahkan bisa merusak.

    Pertanyaannya, dalam konteks Sastra, lebih banyak menguntungkan atau merugikan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *