Saat Aku SD Cita-Citaku Jadi Pilot, Tapi Saat Kuliah Aku Tak Punya Cita-Cita

Sepintas terasa menyesakkan pendengaranku ketika Sahara-16 meneriakkan kata:

Saat Aku SD Cita-Citaku Jadi Pilot, Tapi Saat Kuliah Aku Tak Punya Cita-Cita

Sahara adalah satu dari mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember yang sedang mengikuti aksi teater (14/12) di Pendopo Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember.

Pesan yang ingin disampaikannya adalah realita kaum muda yang lebih dikenal generasi milenial banyak kehilangan jati dirinya. 

Lebih baik kembali ke masa SD yang penuh semangat dan punya cita-cita. Setelah menempuh pendidikan tinggi, justru hilang semua bahkan justru tidak lagi memiliki cita-cita.

Dimana letak kesalahannya, pesan dari teatrikal Sahara menjadi tantangan kaum milenial untuk lebih pandai dan cerdas dalam menggali kelebihannya. 

Sementara ada beberapa generasi milenial mengambil jalan pintasnya dijalur yang salah yang bertentangan dengan adat istiadat, hukum agama dan masyarakat yang ada.

Sahara sendiri menggambarkan dalam teatrikalnya sebagai generasi milenial yang mengmbil jalan yang salah tersebut.

Walaupun dalam hidupnya terlihat banyak harta dan terlihat sukses, sejatinya penfambil jalan yang salah tersebut merindukan masa-masa kecil yang penuh kebahagiaan.

Seperti lirik sebuah lafu, buat apa bergelimang harta kalau hidupnya bagaikan dalam sangkar. Walaupun terbuat dari emas tapi terkekang. 

Kira-kira begitulah pesan yang disampaikan Sahara 2016 dalam teatrikalnya di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember.

Written by