Indah, Siswa SMAM2 Surabaya Bertanya Akreditasi

Sebanyak 50-an siswa dan pendamping guru dari SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (10/9) berkunjung ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB-UNEJ). Moh. Hatta mewakili SMAM2 Surabaya memberikan apresiasi kepada Dekan FIB-UNEJ yang bersedia menjadi tempat bagi siswa-siswinya melakukan wisata studi ke kampus Universitas Jember.

Dalam sambutannya mewakili SMAM2 Surabaya, Moh. Hatta mempersilahkan siswa-siswinya yang mempunyai minat dan bakat melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember. Dalam kunjungannya di FIB-UNEJ, Hatta juga memberikan kesempatan kepada siswanya untuk menggali keunggulan-keunggalan yang ditawarkan FIB-UNEJ. Dalam kesempatan itu, Hatta membawa siswa XII IPS1,2 dan 3 dari SMAM2 Muhammadiyah.

Sunarlan, SS, M.Si selaku Wakil Dekan 3 FIB-UNEJ menyatakan kesiapan institusinya menyambut kehadiran SMAM2  Surabaya. Tempat kami memang sudah menjadi salah satu tempat kunjungan bagi siswa-siswi setingkat SMA, kata Sunarlan. Salah satu program studi unggulan yang ada di Universitas Jember yaitu Prodi Televisi dan Film yang ada di FIB-UNEJ, lanjut Sunarlan.

Indah, salah satu siswa XII IPS2 mempertanyakan akreditasi apa yang diraih oleh masing-masing jurusan, berapa jumlah mahasiswa program studi televisi dan film serta melalui jalur apa saja mahasiswanya diterima di PSTF. Sementara Doni ketika berjalan di lobi melihat ada beberapa buku yang sengaja ditempatkan di dinding lobi. Doni yang asalnya Madura penasaran dengan sebuah buku yang judulnya berbahasa Madura. Doni bertanya apa kaitannya sebuah buku berjudul Madura tersebut dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember.

Menjawab pertanyaan Doni, Sunarlan menjelaskan bahwa dekan FIB-UNEJ, Prof. Dr. Akhmad Sofyan, M.Hum berasal dari Madura. Akhmad Sofyan adalah salah satu guru besar pengampu bahasa Madura pada program studi Sastra Indonesia. Guru besarnya dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Morfologi Bahasa Madura.

Sunarlan sangat bangga dengan dua jurusan di FIB-UNEJ sudah meraih akreditasi A dari BAN-PT yaitu program studi Ilmu Sejarah dan program studi Sastra Inggris. Kami juga sedang melakukan persiapan visitasi lapangan akreditasi program studi Sastra Indonesia, yaitu 10-12 Oktober 2019, kata Sunarlan. Semoga visitasi akreditasi program studi Sastra Indonesia besok berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang sama dengan dua prodi sebelumnya. Sementara untuk menjawab pertanyaan jumlah mahasiswa PSTF dan jalur seleksi masuk PSTF, Sunarlan memberikan kesempatan kepada kapordi PSTF.

Kaprodi PSTF, Lilik Slamet R. bercerita mahasiswa prodi televisi dan film yang meraih prestasi dalam festifal film di Turki. Mahasiswa PSTF idealnya dalam setiap angkatan 40 mahasiswa. Tahun ini jumlah mahasiswa yang masuk dan diterima pada prodi televisi dan film sebanyak 97 mahasiswa. Seleksi masuk prodi televisi dan film sama dengan prodi-prodi yang lain, baik melalui jalur SNMPTN dan jalur SBMPTN.

 

 

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *