Yudisium FIB Periode 4 Dilaksanakan Secara Luring

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (12/5) melaksanakan prosesi yudisium periode 4 secara luring atau langsung dan diikuti 13 orang Yudisi di Aula Sutan Takdir Alisyahbana.

Wakil Yudisi Cindy Ariesa Amelinda dari Sastra Indonesia menyampaikan walaupun pelaksanaan yudisium secara luring kita supaya tetap mematuhi protokol kesehatan, mengingat pandemi covid 19 belum dinyatakan berakhir. Mewakili para Yudisi, Cindy menyampaikan banyak terimakasih kepada Dekanat dan jajarannya yang telah memberikan pelayanan yang baik kepada kami. Ucapan terimakasih terutama kepada para dosen dan pembimbing yang telah mengantarkam kami hingga lulus. Terimakasih juga kepada segenap mahasiswa. Harapan kami untuk bisa tetap menjaga almamater dengan baik, bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan mendapatkan karir yang baik sesuai cita-cita kami. “Semoga Fakultas Ilmu Budaya kedepan akan menjadi lebih baik”, tutup Cindy.

Dalam sambutannya dekan Fakultas Ilmu Budaya, Prof. Dr. Sukarno, M.Litt menyampaikan mohon maaf lahir dan batin semoga Allah SWT menerima ibadah puasa kita dan mengampuni dosa kita. Selama musim pandemi, kita melaksanakan yudisium secara daring, hanya sebagian kecil yang hadir secara luring. Hari ini dengan landainya pandemi, yudisium hari ini kita laksanakan secara luring dengan peserta yang tidak terlalu banyak. Rasanya memang berbeda secara luring maupun secara daring. Namun demikian pelaksanaannya tetap menjaga protokol kesehatan. Karena sejatinya, pemerintah sendiri belum menyatakan pandemi ini belum dinyatakan berakhir. Kita berharap dalam waktu dekat pandemi sudah berganti endemi, dengan vaksin semua bisa menjadi kebal. Tentu saja kita berharap proses perkuliahan nantinya bisa dilaksanakan secara luring. Walaupun sekarang masih terlaksana secara hybrid, dimana sebagian masih mengikuti secara daring dan luring.

Tidak ada keberhasilan dilaksanakan dengan malas-malasan. Selaku pimpinan FIB, Sukarno menyampaikan permohonan maaf manakala ada yang kurang berkenan dalam pelayanan dan kesalahan. Kepada orang tua juga, kami mohon maaf. Sukarno berpesan kepada para Yudisi untuk jangan pernah menyerah untuk meraih cita-cita baik melanjutkan studinya atau untuk mencari pekerjaan. Sukarno juga berharap untuk terus menjaga tali silaturahmi. Jangan sampai setelah lulus kemudian putus hubungan dengan FIB. Untuk itu kami sedang memproses suatu sistem jejaring alumni. Sehingga kami juga mendapatkan informasi dan masukan dari para alumni tidak hanya terkait studi dan masa kerja, kami juga akan memberikan informasi tentang pengembangan Fakultas Ilmu Budaya.

Bahwa kami juga akan memberikan layanan dengan memudahkan para alumni terkait legalisir ijazah. Kalau Anda berada di Sumatra, Kalimantan, bahkan di luar negeri, Anda tidak harus datang ke fakultas dapat kami layani dengan baik.

Selanjutnya kami mendoakan yang terbaik untuk Anda semoga yang ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi diberikan kemudahan dan bagi yang ingin mencari pekerjaan diberikan kemudahan dan mendapatkan pekerjaan yang baik. Aamiin

 

Written by