STUDI KOMPARASI MOTIF BATIK PARANG RUSAK BARONG GAYA YOGYAKARTA DAN GAYA SURAKA

Renta Vulcanita Hasan
Fakultas Sastra Universitas Jember
Pos-el : voelca@gmail.com

Abstrak
Artikel ini membahas motif batik Parang Rusak Barong yang terdapat di keraton Yogyakarta dan Surakarta, sebagai pusat perkembangan budaya. Adapun faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya persamaan dan perbedaan motif di Yogyakarta dan Surakarta dianalisis dari segi internal dan eksternal. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan multidisiplin yang memfokuskan pada kajian kesenirupaan. Pendekatan kesenirupaan yang digunakan adalah pendekatan estetika. Pendekatan ini dibantu dengan meminjam teori-teori relevan dari disiplin sejarah, komunikasi, antropologi, arkeologi, dan sosiologi. Persamaan dan perbedaan utama pada motif batik Parang Rusak Barong terdapat pada struktur yang meliputi bentuk dan warna. Bentuk yang dimaksud adalah susunan garis yang menyusun motif isen-isen, sedangkan warna adalah intensitas
yang terdapat pada motif. Persamaan dan perbedaan dari segi fungsi dan makna secara umum maupun khusus tidak terdapat perbedaan di kedua tempat. Adapun faktor-faktor yang melatarbelakangi persamaan dan perbedaan adalah secara internal, peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh kerajaan masing-masing wilayah dan secara eksternal, kondisi sosial masyarakat yang semakin berkembang dan kebijakan pemerintah Republik Indonesia di bidang pariwisata dan standardisasi perbatikan di Indonesia.

 

Kata kunci: komparasi, motif batik, parang rusak barong, Surakarta, Yogyakarta

Written by