Sosialisasi KeRis, Naluri Riset Setiap Dosen Berbeda

Antusias dosen tinggi dalam sosialisasi pedoman operasi standar pembentukan Kelompok Riset (KeRis)di Aula Fakultas Ilmu Budaya (8/2) Universitas Jember.

Dekan, Akhmad Sofyan

Karakter keilmuan yang kami miliki begitu sulit untuk penerapannya dalam sebuah penelitian. Sebagai contoh “Pengaruh puisi terhadap anak petani singkong”, itu terlalu dipaksakan. Kadang2 hal itu sangat mengganggu manakala kami harus bersaing dalam penelitian dan pengabdian secara kompetisi. Harapan LP2M dapat memfasilitasi riset sesuai dengan bidang kami.  Bagaimana kami meneliti puisi, novel, drama. Apa yang kami lakukan walaupun ada beberapa yang berhasil lolos, tetapi apa yang kami lakukan belum dianggap sebagai hasil penelitian.

Jam terbang setiap dosen tidak sama. Naluri riset setiap dosen juga berbeda

Kami berharap KeRis yang terbentuk nanti akan sakti.

Kartika dari FMIPA

Bapak ibu jangan kuatir, walaupun KeRis ini dibidangi oleh riset unggulan tetap harus optimis. Karena kami melihat riset unggulan hanya 50%, sehingga supaya tetap mengirimkan riset-riasetnya.

 

Prof Bagio

Wadah untuk berkarya tidak tertutup

  1. Riset Unggulan: konotasinya dalam kesediaan dana, memang fokus dalam bidang unggulan sekitar 54 sd 60%
  2. Riset Prioritas: semua bidang masuk sekitar 40%

3 Tupoksi kita sebagai tri dharma yang tidak bisa sipisahkan dari tugas kita, yaitu pembelajaran, penelitian dan pengabdian

Pak Joko menyampaikan bahwa dari 3 hal ini juga sebagai keterkaitan peningkatan karier kita. Diantara ketiga ini yang paling penting adalah penelitian. Sehingga penelitian sangat penting bagi kita. Untuk kenaikan pangkat 50% adalah penelitian, bahkan untuk BKD juga peran penelitian sangat besar.

Hal-hal yang perlu diambil dari beberapa persoalan penelitian berangkat dari dampak apa yang dihasilkan dari penelitian itu. Seperti penelitian sebuah novel atau puisi, dampak yang paling dirasajan dari sebuah novel atau puisi itu bagaimana.

Hasil riset harus memberikan manfaat bagi masyarakat bukan sekedar memuaskan diri kita. Riset harus bisa memberikan impact. Sebagai contoh bagaimana kita membuat ristek terkait seni dan bahasa using di Banyuwangi.

2 unsur ristek yaitu invansi dan inovasi dan ditindaklanjuti untuk kesejahteraan masyarakat. Contoh membuat inovasi membuat program android bagaimana bisa belajar bahasa Inggris secara mudah dan cepat. Tidak berhenti sampai disitu tetapi terus dikembangkan secara inovatif.

Seorang koordinator KeRis harus berpangkat lektor. Setiap dosen harus punya KeRis dan boleh lebih dari 3 KeRis. Setiap program studi juga harus punya KeRis. Ditingkat prodi, dekan hanya cukup sebagai pemberi rekom. Supaya disiapkan data-datanya. Jadi sebelum di review LP2M, prodi meminta persetujuan dekan dan LP2M akan mereview untuk dicetakkan SK oleh Dekan atau Rektor.

 

download SOP KeRis

 

Written by