Refresh Persiapan Akreditasi

Dalam rangka persiapan akreditasi jurusan dan prodi, dekan FIB-UNEJ (1/3) mengajak seluruh komponen jurusan & prodi untuk siap bekerja keras.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dibutuhkan persiapan yang matang dan juga kerja keras. Pendampingan dari Bu Kokom dan Bu Lilis diharapkan mampu untuk menggugah kesiapan jurusan/prodi dalam menghadapai penilaian akreditasi.

Bu Lilis

Alhamdulillah syukur semua prodi S1 di FEB terakreditasi A. FEB sedang mengkondisikan bahwa akreditasi adalah tugas semua komponen. Penyusunan borang akreditasi membutuhkan waktu yang lama. Semua kemampuan yang ada harus dikerahkan baik SDM maupun pendanaannya.

Pendanaan manajemen kelembagaan sudah harus disiapkan setahun sebelum akreditasi. Semua harus diberikan  tanggungjawab. B.Lilis mengajak untuk berbagi pengalaman dengan FIB bagaimana mempersiapkan penyusunan borang dan terkait akreditasi.

Borang program studi pada dasarnya sama, keterlibatan dosen dan mahasiswa sangat penting dalam persiapan akreditasi. Pada saat visitasi, dosen dan mahasiswa yang banyak terjun langsung.

Masing-masing jurusan/prodi sudah memiliki tim. Tim yang terbentuk ini supaya bisa saling mendukung jarena satu sama lain akan saling terkait. Fakultas menjadi pendukung visitasi tim akreditasi.

Bu Kokom

Akreditasi menjadi salah satu komponen terpenting bagi mahasiswa. Akreditasi menjadi tugas berat kita untuk menghantarkan generasi kita ke jenjang yang lebih baik. Untuk membawa institusi kita ke tahap akreditasi A, minimal 60% PS terakreditasi A.

Dalam penyusunan borang, semua komponen (data base) sudah harus disiapkan (by document). Sebenarnya kita sudah mulai dengan terkumpulnya data BKD. Secara langsung kita sudah menyiapkan borang.

Masa studi dan penyusunan tugas akhir yang panjang menjadi kekuatiran dari jurusan Sastra Inggris dalam menghadapi masa berakhirnya akreditasi (10/18). Supiastutik menyadari bahwa lamanya studi mahasiswa dan lama penyusunan tugas akhir itu bisa menjadi kendala namun dari sisi lain berharap dapat menutupi kekurangannya. Ketua Sastra Inggris tersebut sedang berupaya melakukan perubahan kurikulum sehingga jurusannya mampu bersaing.

Written by