Proses Penamaan Desa di Kabupaten Sleman: Tinjauan Semantis

Nusarini dan Leili Sofia Marwati
FKIP Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
Pos-el: luphvieezz@yahoo.co.id

Abstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsi latar belakang penamaan desa dan kaidah kebahasaan nama-nama desa di Kabupaten Sleman. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap penyediaan data, tahap penganalisisan data, serta tahap pemaparan hasil analisis data. Nama desa yang digunakan sebagai sampel berada di bawah Kecamatan Cangkringan, Pakem, Turi, dan Gamping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang penamaan desa dapat diklasifikasikan berdasarkan proses penamaan desa berdasar etimologi unsur alam berupa gunung, jenis tumbuhan, hutan, dan air; unsur verba; dan etimologi selain unsur alam, serta proses penamaan desa berdasarkan sejarah desa. Aspek kebahasaan yang digunakan dalam penamaan desa di Kabupaten Sleman DIY adalah nama-nama desa memiliki bentuk kata polimorfemis, dalam bentuk kata polimorfemis terdapat unsur yang terdiri atas dua konstituen monomorfemis dan terdiri atas satu konstituen monomorfemis dan satu konstituen polimorfemis.

Kata kunci: toponimi, nama desa, polimorfemis

Text Full : PDF

Written by