Nasionalisme Puitis: Nasionalisme dan Budaya Konsumen

Faruk
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada
Pos-el: faruk_psk@yahoo.co.id

Abstrak
Nasionalisme Indonesia menemukan sosoknya melalui peristiwa penindasan terutama oleh kolonialisme. Nasionalisme di Indonesia mengalami perubahan yang signifikan. Politik dinasti, novel dan surat kabar, dan agama menjadi sumber pewarisan
nilai nasionalisme yang berakar pada sejarah. Hal tersebut telah menjadi sumber inspirasi para sastrawan, penyair, dramawan, dan pekerja seni lainnya untuk mengabadikan aneka peristiwa sejarah yang terjadi di Indonesia. Perkembangan mutakhir menunjuk adanya gejala nasionalisme yang terpotong-potong, sekilas, dan separatis. Fenomena solidaritas dalam mengatasi bencana alam, solidaritas untuk orang-orang tertindas, solidaritas fans sepak bola, dan solidaritas untuk Ambalat, Simpadan, Palestina, Afganistan menjadi bukti kecenderungan tersebut. Pengalaman puitik sebagai penghayatan keindahan cenderung menolak pengulangan. Demikian juga, nasionalisme puitik cenderung menolak pengulangan. Oleh karena itu, semangat yang sama cenderung tidak dapat dimunculkan untuk menghadapi fenomena yang sama karena sudah mengalami kebosanan dan
kejenuhan.

Kata kunci: budaya konsumen, menolak pengulangan, nasionalisme, puitik, sekilas

FULL TEXT :

PDF

Written by