Mahasiswa Ilmu Sejarah FIB UNEJ Jelajahi Warisan Sejarah Jember dan Perkuat Literasi Demokrasi melalui Magang Kampus Berdampak

JEMBER, 18 Agustus 2026 — Program Magang Kampus Berdampak Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (UNEJ) tidak berhenti pada aktivitas kerja administratif. Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah diarahkan untuk mengembangkan kompetensi riset, dokumentasi, dan sejarah publik melalui keterlibatan langsung di lapangan. Sebanyak empat mahasiswa Ilmu Sejarah FIB UNEJ yang ditempatkan pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember pada 18 Agustus 2026 mendapatkan pengalaman lapangan dengan mendampingi perwakilan Museum Daerah Kabupaten Lumajang dan Probolinggo. Kegiatan tersebut mengajak mahasiswa meninjau dua warisan sejarah penting Jember, yakni Menara Air Pasar Tanjung atau Watertoren te Djember dan Situs Duplang di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa.

Belajar Sejarah dari Lanskap Kota dan Situs Arkeologi

Kunjungan ke Menara Air Pasar Tanjung mempertemukan mahasiswa dengan jejak infrastruktur perkotaan peninggalan masa kolonial Belanda. Sementara itu, Situs Duplang memperkenalkan mahasiswa pada tinggalan megalitik yang menjadi bagian penting dari sejarah kebudayaan Jember. Pengalaman lapangan tersebut menjadi ruang belajar untuk memahami bahwa sejarah tidak hanya tersimpan dalam buku dan arsip, tetapi juga hadir dalam bangunan, artefak, lanskap, serta memori masyarakat. Mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan observasi, dokumentasi, penelusuran sumber, dan penyusunan narasi sejarah yang dapat dipahami masyarakat luas.

Dari Data Sejarah Menjadi Cerita yang Berdampak

Pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Latifatul Izzah, M.Hum., menekankan agar mahasiswa mampu mengubah data sejarah menjadi produk yang bermanfaat. Di lingkungan Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember, mahasiswa diarahkan antara lain untuk mengembangkan storytelling wisata berbasis sejarah, inventarisasi dan digitalisasi cagar budaya maupun Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), serta dokumentasi kesenian dan tradisi lokal. Produk yang dapat dikembangkan meliputi e-booklet wisata sejarah, teks informasi destinasi, naskah pemandu wisata, database digital cagar budaya, dokumen inventarisasi Warisan Budaya Takbenda, hingga artikel sejarah populer untuk media daring.

Magang di Bawaslu Kabupaten Malang: Belajar Sejarah Pengawasan Pemilu

Pada 18 Agustus 2026, lima mahasiswa Ilmu Sejarah FIB UNEJ yang ditempatkan di Bawaslu Kabupaten Malang juga memperoleh sambutan positif dari mitra. Mahasiswa diterima oleh Ketua, Sekretaris, serta Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Malang. Kegiatan dilanjutkan dengan rapat dan pengarahan mengenai adaptasi mahasiswa, gambaran pekerjaan, program kegiatan, serta peraturan yang perlu dipahami selama menjalani magang. Latar belakang keilmuan sejarah membuka ruang kontribusi yang spesifik di Bawaslu, antara lain melalui penulisan sejarah pengawasan pemilu, penataan dan digitalisasi arsip statis, pembuatan galeri edukasi visual, proyek sejarah lisan, serta pemetaan historis dinamika dan kerawanan pemilu berdasarkan pengalaman masa lalu.

Dr. Latifatul Izzah, M.Hum (DPL) bersama Sekretaris, Ketua dan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Malang
DPL beserta Lima Mahasiswa Magang Kampus Berdampak FIB UNEJ Disambut Gembira oleh Jajaran Pimpinan Bawaslu Kabupaten Malang
DPL beserta Jajaran Pimpinan Bawaslu Kabupaten Malang dan Lima Mahasiswa Magang Berdampak FIB UNEJ

Magang sebagai Ruang Kolaborasi Kampus dan Mitra

Konsep Magang Kampus Berdampak yang diterapkan FIB UNEJ menempatkan mahasiswa bukan sekadar sebagai peserta yang mengikuti pekerjaan rutin, melainkan sebagai bagian dari proses kolaborasi yang diharapkan menghasilkan kontribusi nyata bagi mitra. Mahasiswa tetap dibekali etika kerja, kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan internal, serta kewajiban menjaga kerahasiaan data instansi.

Bagi mahasiswa Ilmu Sejarah, pengalaman di Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember dan Bawaslu sekaligus memperluas medan penerapan ilmu. Metodologi sejarah, heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi, sejarah lisan, kearsipan, dan public history dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata lembaga.

Menghubungkan Masa Lalu dengan Kebutuhan Masa Kini

Kegiatan lapangan di Watertoren te Djember dan Situs Duplang menunjukkan bahwa warisan sejarah dapat menjadi sumber pembelajaran, penelitian, edukasi publik, dan pengembangan pariwisata budaya. Di sisi lain, pengalaman di Bawaslu memperlihatkan bahwa arsip dan sejarah kelembagaan juga memiliki nilai strategis untuk memperkuat literasi demokrasi.

Melalui Magang Kampus Berdampak, FIB UNEJ mendorong mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat dan lembaga mitra dengan membawa kompetensi akademiknya. Dengan demikian, pembelajaran sejarah tidak hanya menghasilkan pemahaman terhadap masa lalu, tetapi juga melahirkan produk dan kontribusi yang relevan bagi kebutuhan masa kini.