Lebih Kritis Terhadap Media Lewat Seminar Televisi dan Film Dalam Tinjauan Cultural Studies

Terpaan dampak media massa menjadi permasalahan yang tidak dapat diremehkan. Apalagi dengan perkembangan televisi dan film di Indonesia yang sangat pesat. Menanggapi isu tersebut, dengan menggunakan alokasi dari dana PNBP, Program Studi Televisi dan Film mengadakan Seminar bertema “Televisi dan Film Dalam Tinjauan Cultural Studies”. Menjadi pembicara dalam seminar ini, Prof.Dra.Rachmah Ida M.Comms.,PhD dari Program Pasca Sarjana Media Komunikasi Universitas Airlangga dan Dr. Ikhwan Setiawan M.Hum dari Fakultas Sastra Universitas Jember.

Acara yang diseleggarakan di  Aula Fakultas Sastra pada tanggal 21 Oktober 2015 ini, diikuti oleh 128 mahasiswa. Tak mau kalah, beberapa dosen Fakultas Sastra Universitas Jember, dan dosen dosen dari Universitas Muhamadiyah Jember, juga turut mengikuti seminar ini. Seminar dibuka oleh Pembantu Dekan I Fakultas Sastra, pukul 08.30 WIB dan berakhir pada pukul 12.00 WIB.

Acara Seminar menjadi sangat spesial karena Prof.Dra.Rachmah Ida, M.Comms.,PhD adalah Guru Besar pertama di Indonesia untuk kajian Media dan Komunikasi. “Ini adalah kesempatan emas untuk kita menggali ilmu dari Prof Ida, karena tidak mudah mendatangkan beliau yang sampai saat ini masih aktif bolak balik Surabaya Australia sebagai research fellows, dan membimbing mahasiswa-mahasiswa pascasarjana asal Indonesia disana”, tutur Romdhi Fatkhur Rozi S.Sos.,M.Med.Kom yang bertindak sebagai moderator dalam seminar tersebut.

Pada sesi pertama seminar tersebut, Prof.Dra.Rachmah Ida, M.Comms.,PhD menjelaskan tentang sejarah pemikiran Cultural Studies, sampai bagaimana studi ini menjadi pisau bedah kritis untuk menelaah fenomena media secara akademis. Prof.Dra.Rachmah Ida, M.Comms.,PhD adalah alumni pertama jurusan Komunikasi Universitas Airlangga. Ia menyelesaikan pendidikan S2 dengan bidang Media Studies di Edith Cowan University, Perth Australia. Gelar doktor diperoleh dari Curtin University of Technology Perth, Australia dengan kajian yang sama yakni Media Studies. Ia dikenal karena keahliannya dibidang Studi Media, Ekonomi & Politik Media, Penelitian Komunikasi dan Teori-teori Kritis.

Pada sesi kedua, Dr. Ikhwan Setiawan M.Hum melanjutkan diskusi dengan materi seputar pengejawantahan Cultural Studies kedalam kritik budaya populer saat ini. Dalam penjelasannya ia mengatakan bahwa dengan pendekatan representasi kita bisa membaca proses penandaan dan produksi wacana dalam narasi dan televisi. Konstruksi wacana berhubungan dengan persoalan dalam masyarakat. Maka, narasi dalam film dan televisi terhubung pula dengan kepentingan politk atau ideologi tertentu dalam masyarakat. Dalam penutup seminar tersebut Dr. Ikhwan Setiawan M.Hum mengatakan, “jangan anggap remeh budaya pop!”

Dr. Ikhwan Setiawan M.Hum adalah lulusan program sarjana Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Jember. Ia melanjutkan studi S2 pada Kajian Budaya dan Media di UGM dengan konsentrasi studi pada Representasi Pertarungan Ideologi Gender dalam film Indonesia. Program doktor diselesaikannya ditempat yang sama dengan konsentrasi pada Budaya Poskolonial dan Ekonomi Politik Neoliberal dalam Film Indonesia Era 2000an. (Rmd)

 

Written by