Budaya Indonesia: Refleksi Antarteks untuk Kesejahteraan Bersama

PM Laksono
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada
Pos-el: pmlaksono@gmail.com

Abstrak
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika telah sejak zaman Majapahit diperkenalkan sebagai semangat menghargai keberagaman budaya. Konsep dan teori yang menjadi perspektif tulisan ini serta dari kasus-kasus yang dipaparkan menunjukkan bahwa efek krisis akulturasi, budaya Indonesia menjadi lebih genah ketika diakses melalui refleksi antarteks yang produktif. Refleksi intertekstualitas Bimasoetji menunjukkan produktivitas proses kreatif untuk menghasilkan sejarah. Para pembaca naskah Bimasoetji mampu memanfaatkan celah atau friksi yang ada untuk menampilkan identitas baru yang menyejahterakan. Di sisi lain, yaitu tipu-tipu seperti yang terjadi pada resitasi kedigdayaan Obahorok, kepala suku Dani justru menunda kesejahteraan. Peristiwa itu gagal menjumbuhkan dunia pengalaman yang terstruktur, dan cara atau taktik darurat yang melekat dalam tubuh dan pikiran untuk menggerakkan sejarah bersama, menghapus prasangka untuk menyatu dalam kesejahteraan bersama.

Kata kunci: budaya Indonesia, Bimosoetji, intertekstualitas, kesejahteraan

Text Full : PDF

Written by