Bawakan Monolog Berjudul “Balada Sumarah”, Mahasiswi FIB Raih Juara I Pekan Seni Mahasiswa

Jember [17 Juni 2022].

Nabila Fitri Handayani mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Angkatan 2019 meraih Juara I Tangkai Lomba Monolog Pekan Seni Mahasiswa Universitas Jember. Keberhasilan Nabila meraih Juara I setelah sebelumnya di tingkat fakultas meraih juara pertama, sehingga mewakili FIB untuk berlaga di level Universitas. Dan, ternyata di tingkat universitas juga meraih juara pertama.

“Padahal saat mengikuti seleksi monolog, baik di tingkat fakultas maupun universitas, saya tidak pernah mentarget untuk menjadi juara. Tujuan saya mengikuti lomba monolog ini untuk belajar dan lebih mengembangkan apa yang sedang saya pelajari.” Jelas dara kelahiran Ponorogo ini.

Saat lomba monolog Nabilea membawakan judul Balada Sumarah karya Tentrem Lestari. Sebuah naskah monolog yang menceritakan betapa menderitanya Sumarah seorang anak yang bapaknya di tuduh menjadi PKI dan sedari kecil mendapatkan diskriminasi. Naskah ini juga menceritakan saat Sumarah menjadi TKW di Arab dan dia disiksa bahkan di perkosa oleh majikannya yang kemudian majikan itu dia bunuh. Cerita berakhir ketika Sumarah di persidangan mengaku sebagai pembunuh majikan itu dan dia siap untuk di hukum mati.

Setelah berhasil meraih predikat Juara I, Nabila merasa memiliki tanggung jawab yang lebih. Karena untuk selanjutnya harus mewakili universitas di tingkat daerah Jawa timur. “Oleh karena itu, saya merasa harus lebih banyak belajar dan berlatih untuk mempersiapkan semuanya.”

Nabila juga membagikan tips-tips sehingga dirinya bisa menyabet Juara I Lomba Monolog bahwa yang penting dalam proses ini adalah terus belajar dan berlatih, jangan cepat puas dengan apa yang sudah didapat. Selalu merasa tidak bisa dan tidak memiliki apa apa sehingga selalu merasa butuh belajar.

Sebelumnya, 2 tahun lalu Nabila juga mengikuti tangkai baca puisi dalam pelaksanaan peksim di tingkat universitas, namun hanya bisa meraih juara 2. Tahun ini Nabila memang berencana untuk berpindah tangkai lomba dari baca puisi menjadi monolog. Karena kebetulan dia sedang belajar teater beserta beberapa teman di luar kampus. “Akhirnya, ketika ada seleksi tingkat fakultas saya mendaftar dan mengikuti seleksi tangkai lomba monolog. Alhamdulillah, saya bisa menjadi juara 1 di fakultas sehingga mewakili fakultas ilmu budaya di tingkat universitas.”

Nabila berharap kepada bapak dan ibu dosen, baik di program studi atau jurusan maupun di fakultas untuk bisa menjadi teman belajar dan juga teman sharing ketika proses monolog. “Karena Saya membutuhkan ilmu dan juga pembinaan bapak ibu dosen untuk bekal saya selanjutnya.” Ujar Nabila mengakhiri wawancara. [BAK]