AMBIGUITAS MULTIKULTURALISME DALAM NOVEL MATAMATA KUCING: SEBUAH FABEL MULTIKULTURAL DAN MARYAM

Resti Nurfaidah
Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, Bandung
Pos-el: neneng_resti@yahoo.co.id

Abstrak
Artikel ini membahas ambiguitas dalam perspektif multikulturalisme. Berlangsungnya lintas budaya antara budaya yang satu dengan yang lain, aksi saling memengaruhi antarunsur budaya yang diakibatkan oleh peranan arus perpindahan manusia atau
kelompok manusia dari tempat yang satu ke tempat lain yang berefek pada terjadinya diaspora, merupakan wujud dari multikulturaisme. Multikulturalisme belum dapat sepenuhnya diterima di negeri ini, sebagaimana tercermin dalam dua novel Mata-Mata Kucing: Sebuah Fabel Multikultural dan Maryam. Sebagian kalangan pendukung multikulturalisme mungkin dapat dengan mudah mengakses keragaman itu. Tetapi kalangan lain yang tidak memahami atau memiliki pengetahuan tentang multikulturalisme tersebut akan menimbulkan konflik sebagaimana yang tercermin dari dua novel yang menjadi objek kajian. Akibatnya dapat ditebak. Terjadi perselisihan yang berkepanjangan dan malah merenggangkan interval relasi kedekatan antarindividu.

Kata kunci: ambiguitas, diaspora, multikulturalisme,

Written by