JEMBER, 9 Februari 2026 – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB UNEJ) memperkuat komitmen kinerjanya di tahun 2026 melalui penandatanganan perjanjian kinerja antara Dekan dengan jajaran Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Kepala Laboratorium (KaLab) di Ruang Rapat Dekanat, Senin (9/2). Acara ini merupakan langkah strategis pasca kontrak kinerja dekan dengan Rektor pada 2 Februari lalu.
Dekan FIB, Prof. Nawiyanto, M.A., Ph.D., didampingi jajaran Wakil Dekan (Ikwan Setiawan, Dwi Hariyanto, dan Eko Suwargono), menekankan bahwa target tahun ini mencakup 12 poin Indikator Kinerja Utama (IKU). Salah satu fokus utama adalah IKU 2 yang memotret kualitas lulusan melalui tracer study.
Fokus Alumni dan Kelulusan Tepat Waktu
Prof. Nawiyanto menginstruksikan para Kaprodi untuk mengawal ketat alumni tahun 2025. Melalui tracer study, fakultas akan mendeteksi keberadaan lulusan, baik yang melanjutkan studi, bekerja, maupun berwirausaha.
“Pemanfaatan ‘Duta Alumni’ yang kita kirim ke tingkat Universitas harus dioptimalkan. Mereka adalah jembatan untuk berbagi pengalaman dan motivasi bagi mahasiswa aktif agar siap menghadapi dunia kerja,” ujar Prof. Nawiyanto.
Beliau juga memberikan rumus konkret bagi Kaprodi dalam memantau target lulus tepat waktu. Sebagai contoh, untuk angkatan 2022, persentase keberhasilan dihitung dari jumlah lulusan berbanding jumlah total mahasiswa angkatan tersebut.
Dorong Publikasi Global dan Rekognisi Internasional
Selain aspek kemahasiswaan, Prof. Nawiyanto mendorong para dosen untuk meningkatkan kualitas riset dosen. Beliau mendorong agar publikasi ilmiah tidak hanya berhenti di Tingkat nasional, tetapi mampu menembus indeks jurnal internasional bereputasi seperti Web of Science (WoS) dan Scopus.
“Fakultas akan memberikan dukungan penuh (support) bagi karya ilmiah dosen yang didiseminasikan di tingkat internasional. Kami ingin kontribusi dosen FIB tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tapi juga diakui secara global,” tegasnya.
Nawiyanto juga mendorong dosen-dosen muda untuk studi lanjut ke luar negeri. Hal ini sejalan dengan kebijakan Rektor yang mendorong dosen untuk menempuh studi lanjut ke luar negeri. Menurut Prof. Nawiyanto, studi ke luar negeri bukan sekadar meraih gelar, melainkan investasi strategis untuk membangun relasi internasional dan memperluas jejaring mitra potensial.
Internasionalisasi Mahasiswa dan Lulusan Asing
Dalam arahannya, Nawiyanto juga menekankan pentingnya mencapai target terkait mahasiswa asing yang sedang menempuh studi di FIB. Beliau meminta perhatian khusus agar proses akademik mahasiswa internasional berjalan dengan baik.
“Kita harus memastikan target lulusan mahasiswa asing di prodi Sastra Inggris, Sastra Indonesia, maupun Sejarah dapat terpenuhi dengan proses yang berkualitas. Ini adalah bagian dari upaya kita meningkatkan reputasi internasional fakultas,” tegas Prof. Nawiyanto.
Pemetaan Isu Strategis: Pertanian, Kesehatan, dan Energi
Dalam sesi penguatan teknis pencapaian akademik, Wakil Dekan I, Dr. Ikwan Setiawan, M.A. menambahkan bahwa fakultas akan melakukan pemetaan yang lebih tajam terhadap luaran riset dan pengabdian Masyarakat. Hal ini bertujuan agar disiplin ilmu budaya dapat berkontribusi pada isu-isu nasional yang krusial.
“Kami akan memetakandan melakukan breakdown terhadap keterkaitan karya akademik dan pengabdian kita dengan sektor-sektor strategis, seperti pertanian, kesehatan, hingga energi terbarukan. Budaya memiliki peran sentral dalam menyentuh aspek kemanusiaan di bidang-bidang strategis tersebut,” jelas Ikwan Setiawan.
Langkah ini diambil agar ilmu humaniora di FIB memiliki relevansi kuat dan kontribusi nyata terhadap isu-isu krusial di tingkat nasional.
Kedisiplinan Administrasi
Menutup arahannya, Dekan juga mengingatkan kewajiban administratif berupa pengisian e-SKP bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik). Hal ini menjadi instrumen penting dalam mengukur akuntabilitas kinerja setiap individu dalam mendukung visi besar fakultas di tahun 2026.

