Wahai Sarjana, Teruslah Berkarya Meraih Sukses

Sebanyak 27 mahasiswa sesuai bidang studinya pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember mengikuti Yudisium Sarjana dan Magister Periode VI, 28 Juni 2019 di Aula Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember.

Sarjana dan Magister tersebut, yaitu dari jurusan Sastra Inggris 5 orang, Sastra Indonesia 14 orang, PSTF 5 orang, dan S2 Linguistik 3 orang.

Berdasarkan surat Dekan nomor 2191/UN25.1.6/EP/2019 tanggal 20 Juni 2019, mahasiswa yang dinyatakan lulus berprestasi tingkat fakultas strata 1, Roidul ‘Imad, S.S. sebagai lulusan tercepat dengan lama studi 3 tahun 7 bulan 3 hari dan IPK 3,25 dari jurusan Sastra Inggris.

Sedangkan IPK tertinggi 3,68 dengan pujian dan lama studi 3 tahun 8 bulan 21 hari dari Sastra Indonesia atas nama Fiezu Himmah El Aa’many, S.S.

Mahasiswa berprestasi dari program S2 Linguistik dengan kriteria tecepat dan IPK tertinggi diraih Arum Dwi Hardini, S.S., M.Ling dengan IPK 3,66 dan lama studi 1 tahun 10 bulan 2 hari.

Dekan, Prof.Dr.Akhmad Sofyan,M.Hum dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para Sarjana dan Magister atas kesuksesannya untuk dapat mengangkat derajat Anda dan keluarga Anda.

Selamat juga kepada orang tua yang telah berhasil mengantarkan keauksesan putra-putrinya. Semoga perjuangan berat bapak ibu akan mendapatkan pahala dan pembalasan atas prestasi bapak dan ibu.

Apa yang Anda raih hati ini tidaklah mudah, studi disini merupakan perjalanan panjang. Dengan banyak cerita, banyak tangisan. Dibalik itu semua ada sebuah lengorbanan yang luar biasa, ada doa yang tiada henti dari orangtua demi keauksesan Anda. Maka teruslah meminta doa kepada kedua orang tua.

Mimpi Anda saat ini sudah tercapai, nerajutlah mimpi-mimpi baru. Karena hidup yang paling mengerikan ketika Anda sudah tidak lagi mempunyai mimpi atai tidak berani bermimpi. Maka nermimpilah yang lebih besar untuk meraih yang lebih sukses.

Sekarang Anda sudah tidak lagi sebagai mahasiawa, saat ini Anda sudah tidak lagi bermanja. Kalau dulu Anda sebagai remaja sekarang anda tidak boleh lagi mengandalkan orangtua.

Kami sebagai dosen telah menempa dan membimbing Anda sebagai bekal yang kuat. Hidup disana tidak seperti hidup di kampus. Hidup uang paling mudah itu adalah hidup disekolah.

Buatlah kami bangga, jadikan suatu saat nanti kami bangga bahwa Anda pernah menjadi mahasiswa kami.

Semakin konyol cerita masa lalu akan menjadi masa-masa indah Anda. Buatlah kami bangga dengan kesuksesan Anda.

Dalam mengemban amanah mendisik anak-anak tentu ada kekurangannya, dan dalam kesempatan ini kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Fiezu Himmah dalam sambutannya mewakili sarjana mengatakan momen lulus Sarjana sebagai tahapan berganti status dari mahasiswa sebagai alumni. Bila kami ibarat sebagai besi maka kami ditempa disini menjadi senjata yang tajam.

Tak lupa kami berterima kasih telah menjebatani kami meraih sukses. Atas segala salah dan hilaf kami mohon maaf yang sebesar2nya.

Setelah kami renungkan, kesuksesan kami belumlau seberapa perjuangannya dibandingkan orangtua kami.

Terimakasih ayah, ibu betapa kami tidak mungkin dapat menggantinya.

Satu momen paling manis tatkala menunggu hujan reda dalam. Ingat ini babak baru bagi kita, maka tegarlah seperti karang yang selalu teguh diterjang ombak. Pesan kepada adik-adik jangan pernah bosan belajar, jangan pernah bergaya dan teruslah meraih sukses.

Kami memohon doa untuk sukses dan dapat turut serta membangun bangsa dan negara.

Fiezu Himmah menutup sambutannya dengan puisi “AKU” karya Chairil Anwar.

 

Diana Wiraningtyas selaku orang tua wali para yudisi merasa terharu dan bangga. Diana berkata, Kita patut bersyukur dengan limpahan nikmat dan kesehatan dapat berkumpul dqlam acara Yudisium Sarjana dan Magister Linguistik Fakultas Ilmu Budaya.

Kebanggaan bagi kami sebagai orang tua yang telah berhasil memgantar kesuksesan anak-anak kami.

Ucapan syukur dan terimakasih kepada segenap dosen dan karyawan yang juga telah berhasil mengantarkan anak-anak kami dengan penuh sabar dan ihlas dalam mendidik.

Nasehat kami, janganlah berbangga diri karena ini adalah awal hidup baru. Pendisikan hari ini adalah awal, didepan sudah menanti tantangan yang lebih besar. Kalian harus bisa memberi kemanfaatan sebagai manusia yang berakhlak. Dengan bekal ilmu dan kepintaran janganlah menodai nama baik keluarga dan almamater Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember.

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *