Rekonstruksi Kurikulum Program Studi MBKM

Rekonstruksi kurikulum program studi tidak hanya sebagai kebutuhan MBKM, tetapi sebagai wujud prodi itu masih ada dan terus berkembang. Demikian disampaikan Prof.Slamin pada Focus Group Discussion (FGD) Rekonstruksi Kurikulum Program Studi di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember di Java Lotus (4/9).

Wakil Rektor I, Prof. Slamin lebih lanjut menekankan komitmen semua unsur di Universitas Jember seperti Kaprodi, Dekan dan Rektor untuk mensukseskan program MBKM dari Mendikbud Dikti Mas Nadiem.

Kalau menteri keuangan, Sri Mulyani saja mendukung program Mas Nadiem, maka kita sebagai bagian didalamnya harus lebih mensukseskan, kata Slamin. Terkait dengan program MBKM, terlebih dimasa pandemi covid-19, mahasiswa justru diuntungkan dengan program MBKM ini. Mahasiswa yang menempuh program MBKM mendapatkan bantuan uang saku dan itu lebih meringankan mahasiswa. Program MBKM seperti magang, kampus mengajar, pertukaran mahasiswa dan lainnya dapat lebih meningkatkan daya pikir mahasiswa. Disamping itu mahasiswa bisa menyalurkan minat dan bakatnya, kata Slamin.

Program MBKM memberikan kesempatan kepada mahasiswa  menempuh maksimal 40 SKS diluar kampus. Hal ini yang menjadi tugas berat kaprodi untuk bisa menyesuaikan mata kuliah di prodinya sebagai simulasi 40 SKS program MBKM yang ditempuh mahasiswa. Tugas berat kaprodi tersebut tentu saja sudah dipikirkan kompensasinya. Kaprodi akan menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan akan mendapatkan kompensasi, kata Warek 1 UNEJ.

Dekan, Prof.Sukarno melaporkan FGD rekonstruksi kurikulum ini sebagai tindak lanjut program MBKM. 183 mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya pada semester satu sudah diterjunkan untuk mengikuti program MBKM.

FGD rekonstruksi kurikulum dimaksudkan untuk mensimulasikan mata kuliah di setiap prodi sebagai mata kuliah program MBKM. Dekan berharap setiap prodi sudah memikirkannya dan dalam FGD ini bisa memaparkan didepan timnya. Dekan juga mengingatkan dalam simulasinya tetap berpedoman pada kewajaran atau tidak mengada-ada karena setiap prodi memiliki karakteristiknya masing-masing. (/bob)

 

Written by