Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Mar 8, 2017 in Summary | 0 comments

Perempuan Pendulang Timah dalam Novel Padang Bulan Karya Andrea Hirata Suatu Pendekatan Psikologi Kepribadian

RINGKASAN

 

Perempuan Pendulang Timah dalam Novel Padang Bulan Karya Andrea Hirata Suatu Pendekatan Psikologi Kepribadian; Muhammad Roziqin; 090110201055; 66 halaman; Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember.

 

Novel Padang Bulan merupakan salah satu karya Andrea Hirata yang menceritakan tentang seorang perempuan pendulang timah pertama di dunia bernama Enong. Gadis yang berusia 14 tahun ini berusaha memperbaiki kehidupan keluarganya agar menjadi lebih baik lagi. Enong merelakan dirinya menjadi seorang pendulang timah lantaran gagal mencari kerja di Tanjong Pandan. Sejak Ayahnya meninggal, Enong mengambil alih perannya sebagai tulang punggung keluarga.

Penelitian ini difokuskan untuk menjawab beberapa permasalahan yaitu: 1) bagaimana keterkaitan unsur-unsur struktural yang terdapat dalam novel Padang Bulan karya Andrea Hirata yang meliputi judul, tema, tokoh dan  perwatakan, konflik, serta latar? dan 2) bagaimanakah nilai-nilai pragmatik yang menekankan pada psikologi kepribadian tokoh Enong?. Tujuan penelitian yaitu: 1) mendreskripsikan unsur-unsure struktural yang terdapat dalam novel Padang Bulan karya Andrea Hirata yang meliputi judul, tema, penokohan dan perwatakan, konflik, serta latar and 2) mendiskripsikan nilai-nilai psikologi kepribadian pada tokoh Enong.

Langkah-langkah dalam menjalankan metode kualitatif deskriptif dalam penelitian ini sebagai berikut. 1) memahami novel sebagai objek penelitian melalui proses membaca; 2) mengklasifikasi data yang sudah didapat sesuai dengan kebutuhan dalam analisis struktural dan analisis psikologi kepribadian; 3) melakukan analisis struktural yang meliputi unsur-unsur intrinsik dalam karya sastra tersebut (judul, tema, penokohan dan perwatakan, konflik, serta latar); 4) melakukan analisis pragmatik yang menekankan pada aspek psikologi berdasarkan dari aspek kebutuhan antarpribadinya. Konsep psikologi yang dikaji dari novel ini, yaitu kebutuhan antarpribadi yang membentuk karakter Enong sebagai tokoh utama serta tipe kepribadiannya secara psikologi menurut masing-masing kebutuhan/kelakuan tersebut di atas.

Judul novel Padang Bulan menunjukkan beberapa pengertian, yakni (1) menunjukkan kegigihan dan semangat Enong seperti sinar bulan yang mampu menerangi kegelapan  serta (2) menunjukkan nama sebuah tempat yang berkaitan dengan masa lalu Ikal atau Andrea Hirata kecil.

Tema mayor dalam novel ini adalah “pengejar mimpi besar tidak mengenal batasan waktu”. Tema mayor ini didukung dengan beberapa tema minor yaitu pesan Ayah kepada anak, khusunya untuk memberikan semangat juang, serta masa lalu Ikal yang turut menyeret tokoh utama dalam cerita.

Tokoh utama dalam novel adalah Enong yang berwatak datar (flat character). Tokoh bawahan yang mendukung pergerakan sosial tokoh utama antara lain Zamzami, Syalimah, detektif M. Nur, dan Ikal. Dari semua tokoh bawahan tersebut, hanya Zamzami yang memiliki watak datar (flat character).

Konflik fisik yang terjadi dalam novel ini melibatkan Enong dengan penambang timah lain. Hal itu sejalan dengan konflik fisik antara Enong dengan alam di mana dia jatuh terperosok ke sungai. Konflik batin (internal) terjadi di dalam cerita melibatkan Enong dengan masyarakat, Ikal dengan kata hatinya.

Latar yang terdapat dalam novel antara lain tempat, waktu dan latar sosial.  Latar tempat adalah tambang timah, emper toko, Numpang Miskin, kantor POS, dan Tanjong Pandan. Latar waktu; subuh, pagi, sore dan tengah malam. Latar sosial membahas tentang tradisi kejutan, mitos anak tertua, logat Melayu serta kaum Tionghoa.

Analisis pragmatik menggunakan pendekatan psikologi kepribadian, yang lebih menekankan pembahasan pada teori kebutuhan antarpribadi Williams C. Schutz. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa Enong memiliki kebutuhan antarpribadi yang lebih dominan dalam tipe sosial. Dalam konteks kebutuhan kekuasaan, Enong cenderung pada tipe demokrat. Sementara, kebutuhan afektif, Enong lebih dekat dengan tipe hiperpersonal.

 

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *