Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Proposal PKM

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember mengajak mahasiswanya untuk aktif berkompetisi dan berprestasi dalam berbagai bidang.

Wakil Dekan 3, Sunarlan pada Sabtu, 29 Juni 2019 di Aula Fakultas melaksanakan Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Sunarlan mengatakan kegiatan PKM yang baru kita lakukan kedua ini akan didampingi oleh beberapa dosen yang sudah mengikuti Training of Trainer (TOT) PKM.

Pendamping dari jurusan Sastra Inggris, Dr.Ikwan Setiawan, M.A., pendamping jurusan Sastra Indonesia, Dr.Agustina DS, S.S,M.Hum, pendamping jurusan Sejarah, Suharto, S.S,M.A., dan pendamping Program Studi Televisi dan Film, Fajar Aji, S.Sn, M.Sn.

Sebanyak 100 mahasiswa dari jurusan Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sejarah dan PSTF akan dibimbing untuk melakukan riset dengan menulis proposal dan akan diseleksi untuk bersaing dalam hibah penelitian mahasiswa di tingkat Universitas dan tingkat Nasional.

Sunarlan berharap kegiatan pelatihan dan penyusunan proposal PKM berjalan baik dan dapat berjalan secara maksimal serta menghasilkan yang optimal. Karena saya yakin Anda adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang optimal, kata Sunarlan.

Andang Subaharianto, Rektor Untag Banyuwangi sebagai pemateri menegaskan kalau kuliah di Fakultas Ilmu Budaya tidak bisa menulis, maka sebaiknya tidak usah kuliah di Fakultas Ilmu Budaya. Lebih lanjut Andang mengatakan bila ada alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember tidak bisa menulis, perlu ditanyakan yang salah dimana?

Rektor Untag Banyuwangi yang juga dosen Sastra Indonesia Univeraitas Jember tersebut merasa kecewa dan malu karena proposal yang lolos dan didanai melalui hibah dari Fakultas Ilmu Budaya Universits Jember kalah sama Untag Banyuwangi.

Tahun 2018 proposal yang lolos hibah dan didanai dari Fakultas Ilmu Budaya hanya 5 proposal saja. Sementara Untag Banyuwangi sudah lolos 8 proposal yang didanai melalui hibah PKM.

Bayangkan, kata Andang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember yang memiliki 150 tenaga profesional, beberapa orang Profesor, berapa yang sudah bergelar doktor. Dibandingkan berapa tenaga profesional di Untag Banyuwangi yang tidak memiliki profesor dan hanya beberapa doktor saja sudah dapat meloloskan 8 proposal dengan pendanaan hibah PKM.

Sekalipun kita mengadakan kegiatan ini berkali-kali, memiliki bertumpuk-tumpuk buku kalau tidak diikuti aksi menulis, keberanian, kemauan untuk memulai menulis tidak akan menghasilkan karya apa-apa. Dan menulis menurut Andang sebenarnya tidaklah sulit, yang tersulit itu adalah kata pertama selanjutnya akan mengalir bahkan ada yang tidak bisa berhenti mengahiri tulisannya.

Pengorganisasian ide itu dimulai dari kata pertama. Maka janganlah merasa puas mengikuti pelatihan berkali-kali, tapi tidak pernah bejuang mengeluarkan ide dan menulis sebuah karya tulis ilmiah. Saya lebih senang dan akan banyak melihat setelah pelatihan ini, seperti apa proposal yang dihasilkan, tegas Andang.

Menulis itu tidak bisa secara instan, ingat kata-kata Gusdur, presiden ke 4. Beliau walaupun seorang penuls tidak pernah bosan dan berhenti menulis, bahkan tulisannya Gusdur di Kompas baru diterima pada tulisan atau artikel ke-19 baru diterbitkan atau dimuat di Kompas. Maka jangan pernah lelah menulis.

Andang mengajak membayangkan menulis proposal itu seperti menulis surat cinta, pasti akan muncul ide yang indah-indah, yang menyenangkan. Karena membayangkan seseorang yang dicintai pasti akan mengalir yang indah-indah dan menyenangkan dengan suasana yang mengalir indah pula.

PKM adalah semacam hibah untuk membiayai proposal yang telah diseleksi secara kompetitif dari Kemenristekdikti. Nilai hibah itu antara 2,5 juta sampai 12,5 juta. Mungkin nilainya belum begitu besar, mudah-mudahan akan bertambah. Hal itu sudah pernah diusulkan melalui kementrian dan DPR.

Proposal karya tulis ilmiah dalam pekan Karya Tulis Ilmiah Nasional (PEKSIMINAS) setiap tahunnya akan diseleksi. Tahun ini Peksiminas akan dilaksanakan di Denpasar, Bali. Penerima medali emas PEKSIMINAS akan dikonversi bebas membuat skripsi.

Bayu Skak yang kuliah di Design Visual Malang, karya-karyanya selalu di konveraikan sehingga dinyatakan lulus walaupun tidak aktif kuliah. Hal itu sudah dipayungi oleh aturan yang ditetapka Kemneristek dikti. Penghasilan Bayu berlipat-lipat dari gajinya seorang profesor.

Saya tidak mengajarkan Anda untuk tidak aktif kuliah, tetapi supaya Anda belajar mempelajari dan mematuhi aturan-aturan yang ada.

Proposal yang lolos dan didanai oleh Peksiminas maka dipastika sudah bisa menyelesaikan beberapa tahapannya.

Maka hal yang pertama yang harus dilakukan adalah mempelari aturan dan pedoman yang ada.

Jangan bangga Anda mendapatkan IPK 4, tetapi kirang dalam softskill. Bisa jadi kalah dengan temannya, karena memiliki kemampuan dalam kerjasam, kekampuan softskillnya, mampu beradaptasi dan kerjakeras.

Topik-topik kebudayaan masih sangat menarik. Bidaya Tengger, Banyuwangi dan banyak proposal terkait kebudayaan ternyata masih sangat menjanjikan dan banyak peluang masih terbuka untuk diteliti. Yang perlu diperhatikan adalah metodologinya.

Andang mencontohkan ada penelitian tentang sepakbola api pada sebuah pesantren tradisional, ternyata lolos. Setelah diteliti, ternyata memang ada keunikan.

Proposal hibah harus meyakinkan reviewer. Program Anda harus baru, bermanfaat dan pantas untuk didanai.

Secara normatif kreativitas yang dimaksud adalah selisih antara harapan dan kenyataan. Orang kreativ, merwka akan selalu mencari, tidak pernah menyerah, tidak pernah menerima kondisi saat ini, selalu akan dihubungkan dengan harapan dan kenyataan.

Dari aspek kreativitas akan terus bergerak dan berubah terbarukan.

Nantinya kreativias itu dilihat apakah kreativitas itu akan berdampak yang sigifikan, berpotensi pada perkembangan, kelayakan rencana dan daftar kerja.

Syarat pertama Anda menyusun gagasan kreativiats adalah harus membaca kondisi masyarakat disekitar Anda.

PKM tidak membatasi dalam bidang eksak saja tetapi terbuka untuk semua bidang.

Kesalaham yang tidak ada tawar menawar yang harus diperhatikan adalah

Tahun 2014 dari 48 ribu proposal yang didanai hanya 7 ribu proposal saja. Tahun 2013 dari 44 ribu hanya 7300 proposal saja yang didanai. Tren setiap tahun proposal yang masuk semakin bertambah banyak. Hal ini menandakan bahwa seleksinya sangat ketat. Sementara pendanaan di bidang Sosial Humaniora masih cenderung sedikit dibandingkan bidang Eksak walaupun secara jumlah meningkat setiap tahunnya.

Berita terkait:

Pengelompokan Penyusunan Proposal Kreatif PKM

 

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *