Menjadi Posko Karhutla Gunung Argopuro

Sabtu malam (19/10) kebakaran hutan terjadi di lereng gunung Argopuro, Kabupaten Jember dan menjadi titik paling merata ada di titik 5 gunung Cemoro Kandang, Jember. Demikian disampaikan Fathorrahman Hidayah (Jangkar), koordinator timsar SWAPENKA Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember. Jangkar saat itu sedang melakukan koordinasi bersama beberapa koordinator lapangan di posko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di depan UKM SWAPENKA.

Jangkar menyampaikan, tiga hari posko sar organisasi pencinta alam Jember berdiri di kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember tepatnya didepan sekretariat SWAPENKA, terhitung dari tanggal 21 Oktober 2019 sampai tanggal 23 Oktober 2019.

Posko relawan sar di Fakultas Ilmu Budaya menjadi titik awal kumpul rekan-rekan pencinta alam Jember.  Posko ini kami bentuk untuk melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah pegunungan Argopuro, kata Jangkar.

Sementara, data dari BPBD Kabupaten Jember kata Jangkar kebakaran hutan terjadi ≤ 4.600 hektar berupa hutan produksi, hutan lindung, dan wilayah suaka marga satwa tepatnya di titik 5. Jangkar menunjuk titik 5 pada peta yang ada di posko SWAPENKA.

Hingga saat ini kru yang ada dilapangan sudah mencapai titik 5 kebakaran dan telah melakukan pemadaman dengan cara manual.
“Fokus kita untuk saat ini melakukan pendataan dan pemdaman manual, data-data tersebut akan kita pelajari di posko untuk melakukan pergerakan selanjutnya” ucap Jangkar.

Jangkar adalah sebutan rimba dari Fathorrahman Hidayah. Jangkar adalah seorang pria yang memimpin Komandan SAR OPA saat ini. Sru di lapangan akan bergerak tiga-empat hari dan untuk posko belum dipastikan sampai kapan karena menunggu kondisi kebakaran aman.

Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, Sunarlan, SS, M.Si menghimbau kepada SWAPENKA untuk tetap menjaga kewaspadaan dan mengantisipasi resiko bagi kesehatan dan keselamatan mahasiswa. Sebagai tim sar dan rescue mahasiswa supaya tetap mementingkan keselamatan dalam tugas karhutla. Kami berharap semoga peran sosial kemasyarakatan dalam penanganan karhutla itu penting, tapi lebih penting lagi kalian menjaga keselamatan, kata Sunarlan.

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *