Abie Besman: Ciptakan Broadcastmu Sendiri, Kita Hidup Dalam Dunia Broadcast

Abie Besman, Executive Producer KompasTV berkisah banyak tentang pengalamannya dalam dunia Broadcast pada Workshop Jurnalistik (2/12) yang diadakan Program Studi Televisi dan Film di LP3M Universitas Jember.

Abie menyampaikan bahwa dunia kita ini adalah dunia broadcast, kita berada dalam gerbong yang sama yang tidak lepas dari itu. Mari kita maju bersama dan menciptakan dunia broadcast kia masing-masing. 

Berbicara jurnalistik, Abie memulai kariernya sebagai jurnalis muda dan lebih banyak meliput investigasi konflik. Alumni Universitas Padjadjaran dan menjadi dosen di almamaternya ini mengajak mahasiswa untuk berpikir produktif untuk menciptakan dunia broadcastnya sendiri.

Abie menyampaikan bahwa media baik paper maupun televisi dalam setiap program membidik audiensnya sendiri-sendiri. Kompas TV berusaha menjadi pilihan audiens dengan berita-berita yang terpercaya, aktual dan independen. Abie juga menyampaikan bahwa kompas TV juga mengambil segmen audiensnya sendiri. 

Mahasiswa diajak untuk melihat bidikan segmen audiens dari setiap media dengan melilihat tayangan sponsor. Bila sponsor yang ditampilkan pangsa audiensnya kelas menengah keatas, secara jelas pangsa audiens yang dibidik dari media tersebut adalah kelas menengah ketas, kata Abie.

Tantangan media saat ini

Abie masih ingat masa kecilnya dulu mau nonton Doraemon atau si Unyil, harus susah mencari medianya (televisi). Dimana televisi saat itu adalah media istimewa yang dimiliki oleh orang-orang yang istimewa juga. Sekarang tantangan kemewahan adalah mediumnya. Kalau berita terjadinya kebakaran kemudian beritanya baru tayang 15 menit kemudian, itu sudah merupakan berita basi, dan banyak kiriman berita seperti itu saya tolak, kata Abie.

Kemewahan yang kita miliki sekarang dengan dulu berbeda. TV hanya akan menunjukkan siapa kalian. Intinya apa yang kita tonton akan menunjukkan siapa kalian.

Sekali lagi bicara target audiens, Abie menyampaikan setiap media menarget pada audiens. Boleh jadi ketika Anda tidak berminat dalam membaca atau melihat media tersebut, maka Anda bukanlah target dari media tersebut. Lebih mudahnya media dalam menarget audiens adalah dari tayangan iklan dan tata bahasanya. 

Baca juga: Dekan: Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa Melalui Workshop Jurnalistik

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *