Telah Terbit Buku “Pemberdayaan Perempuan Pesisir”

Pemberdayaan Perempuan Pesisir; Pengembangan Sosial-Ekonomi Masyarakat Pesisir Melalui Budidaya Rumput Laut

oleh Kusnadi
Hak Cipta © 2015 pada penulis
GRAHA ILMU
Ruko Jambusari 7A Yogyakarta 55283
Telp: 0274-882262; 0274-889398; Fax: 0274-889057;
E-mail: info@grahailmu.co.id
Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak
atau memindahkan
sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun, secara
elektronis maupun mekanis, termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan
teknik perekaman lainnya, tanpa izin tertulis dari penerbit.
ISBN: 978-602-262-462-2
Cetakan Pertama, tahun 2015

Perempuan Pesisir

KATA PENGANTAR

Saya teringat dengan ucapan sastrawan Goenawan Mohammad yang juga penulis legendaris rubrik “Catatan Pinggir” majalah Tempo, ketika berujar “Bung Karno, Bung Hatta, dan para peletak dasar republik kita adalah orang-orang yang membaca dan menulis buku. Tak banyak bangsa di dunia ini yang bisa bangga karena memiliki pemimpin seperti itu” (Kompas, 17 Juni 2004). Kalau kita membaca buku-buku Bung Karno, seperti Di Bawah Bendera Revolusi, Sarinah, dan Tjamkan Pantja Sila! atau Madilog– nya Tan Malaka, kita akan merasakan betapa substansi buku-buku tersebut menggambarkan kekuatan pemikiran beliau berdua yang luar biasa untuk ukuran pada masanya dan hingga kini. Ini sebuah penilaian yang tidak berlebihan. Secara objektif-faktual, memang para pendiri bangsa kita adalah orang-orang terpelajar yang brilyan, teguh dalam prinsip hidup, dan berdedikasi tinggi terhadap nasib bangsa-negaranya. Pada sisi lain, hal itu juga merupakan tantangan, khususnya bagi kalangan akademisi, yakni bagaimana mewarisi pemikiran kreatif-akademis dan visioner para pendiri bangsa yang kemudian bisa diabdikan untuk memajukan negara-bangsa dari berbagai segi, khususnya di bidang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan belajar dari pemahaman narasi di atas, saya berupaya untuk berbuat sedikit, tetapi bermanfaat bagi kepentingan pengembangan ilmupengetahuan dan pembangunan masyarakat, dengan jalan menerbitkan hasil

riset yang telah saya lakukan, di tengah-tengah teronggoknya ribuan hasil riset yang dibiayai uang rakyat di rak-rak perpustakaan umum yang berdebu atau tertumpuk rapi di lemari buku sang akademisi sebagai barang antik. Tidak banyak memang, hasil-hasil penelitian yang cukup baik kualitasnya, sehingga bisa dipublikasikan atau ditulis sebagai artikel ilmiah untuk sebuah jurnal bergengsi. Saya bersyukur bahwa sebagian dari hasil penelitian yang telah saya lakukan dapat disusun menjadi materi sebuah buku yang akan disuguhkan untuk bacaan masyarakat kita. Sebagian materi buku ini diadaptasi dari hasil penelitian yang saya lakukan di suatu desa nelayan, yaitu Desa Pesisir,

Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur pada tahun yang berbeda, yaitu (1) “Memperkuat Kemitraan, Menuai Kesejahteraan: Model Pemberdayaan Rumah Tangga Nelayan Berbasis Gender di Pesisir Utara, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur” (DP2M, 2009) dan (2) “Dari

Penangkapan ke Budidaya Rumput Laut: Studi tentang Model Pengembangan Matapencaharian Alternatif pada Masyarakat Nelayan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur” (DP2M, 2010). Pada riset yang pertama, semula yang menjadi ketua tim adalah saya, tetapi karena ada aturan teknis administratif yang harus diikuti, maka nama saya digantikan oleh anggota tim yang lain, yaitu Sdr. Adi Prasodjo. Namun demikian, secara substantif, saya tetap menjadi penanggung jawab utama riset tersebut dari awal hingga akhir kegiatan. Struktur isi buku ini saya bagi menjadi lima bagian (bab). Dalam bab pertama dibahas pendahuluan untuk meletakkan landasan berpikir dalam memahami bab-bab berikutnya. Pada bab kedua, saya menguraikan tentang beberapa potensi sumber daya pembangunan desa yang diteliti, seperti kependudukan, struktur matapencaharian, kegiatan penangkapan, kelembagaan ekonomi lokal, dan kehidupan sosial-budaya masyarakat. Di bab ketiga, saya sajikan persepsi masyarakat nelayan tentang perempuan dan kerja, pembagian tugas domestik-publik, keterbatasan ekonomi rumah tangga nelayan, dan pentingnya pemberdayaan perempuan pesisir. Dalam bab keempat, saya mendeskripsikan tentang keterlibatan perempuan pesisir dalam kegiatan budidaya rumput laut, yang di dalamnya mengemukakan isu-isu pembahasan tentang: ihwal sejarah budidaya rumput laut, alasan budidaya, manfaat sosial-ekonomi, harapan akan kesejahteraan sosial, dan sebagai matapencaharian alternatif. Pada bab kelima sebagai bab terakhir, saya membuat kesimpulan dasar dari pembahasan bab-bab sebelumnya dan memberikan rekomendasi yang diperkirakan bisa dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial perempuan pesisir dan masyarakat nelayan. Bagi saya, penerbitan buku ini didasari oleh pertimbangan pemikiran sebagai berikut. Pertama, hasil penelitian yang didukung oleh pendanaan APBN sudah seharusnya disebarkan ke masyarakat luas sebagai bukti pertanggungjawaban publik dari penelitinya. Kedua, dalam rangka eksplorasi dan pengembangan akademis sosial-budaya masyarakat pesisir yang belum banyak dijamah oleh para ilmuwan yang bidang keahliannya relevan. Ketiga, memberikan sumbangan pemikiran kepada pemerintah pusat/daerah, korporasi, dan pihak-pihak lain terkait yang dapat memanfaatkan hasil kajian sebagai bahan masukan merumuskan kebijakan pembangunan daerah, pemberdayaan dalam kerangka Program CSR, dan advokasi masyarakat pesisir. Keempat, untuk menghormati masyarakat nelayan

yang telah berjasa besar dalam membantu informasi yang kemudian menjadi basis data dari penyusunan buku ini. Publikasi buku ini tentu saja tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, baik langsung, maupun tidak langsung. Ucapan terima kasih dan penghargaan saya sampaikan: pertama, kepada keluarga saya, isteri Ny. Ely Yuliastutik, S.H. dan anak-anak yang kaya pengertian dan pengabdian pada orangtua: dr. Yudhistira Kuswardhana, S.Ked., Ardhiansyah Kuswardhana, S.Ak., dan Azzahra Kuswardhani; kedua, kepada kaum perempuan pesisir dan para nelayan di Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, yang terus berjuang tiada henti, bersusah payah melawan

kemiskinan, meraih mimpi kesejahteraan, dan karya akademik ini saya persembahkan untuk mereka semua; dan keempat, kepada para mahasiswasaya:Ibnu, Citra, Iim, Adit, Sahid, Irham, Nuri, dan Lia yang telah membantu dalam pengumpulan data lapangan, serta Reta Puspita Wibowo yang menyempatkan diri mengoreksi kesalahan tata tulis naskah ini. Secara khusus, saya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Drs. Jozep Edyanto, S.E. Direktur Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta, beserta staf yang telah bekerja keras untuk memproses penerbitan buku ini hingga sampai ke tangan pembaca. Mudah-mudahan kerja sama yang baik dalam penerbitan ini dapat berkesinambungan serta memberikan manfaat bagi upaya-upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun komitmen kemanusiaan universal. Sebagai bentuk amaliah ilmu pengetahuan, saya berharap buku ini menjadi bacaan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi siapa saja untuk

mengerti dan memahami secara empati nasib dan kehidupan dari sebagian warga masyarakat kita yang berada di wilayah pesisir, yakni kaum perempuan pesisir dengan segala tantangan kehidupan yang menyertainya seiring dengan dinamika sosial-ekonomi masyarakatnya. Amin.

 

Jember, Februari 2015

P e n u l i s

Written by