[:id]Kelompok Riset FIB UNEJ Dukung Kerja Sama Selenggarakan Kuliah Umum Etnografi Komunikasi[:]

[:id]

Kelompok Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (KeRis DiMas) di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember (FIB UNEJ) turut mendukung dalam upaya kerja sama penyelenggaraan kuliah umum etnografi komunikasi. KeRis DiMas tersebut adalah Kontak Bahasa di Wilayah Tapal Kuda (KeRis DiMas KOBATAKU), Komunikasi Pragmatik (KeRis DiMas KARISMATIK), Media, Budaya, dan Gender (KeRis DiMas MEDAGEN), dan Perubahan Kebudayaan Masyarakat Agromaritim (KeRis DiMas PERKEMA).
Keempat KeRis DiMas di FIB UNEJ tersebut bekerja sama dengan HISKI Jember, FKIP Universitas Muhammadiyah Jember, dan Jurnal Semiotika selenggarakan kuliah umum secara daring dalam tajuk NGONTRAS#20 dengan tema Etnografi Komunikasi, Sabtu (25/3/2023).
Pembicara yang menjadi narasumber adalah Drs. Kusnadi, M.A. (FIB UNEJ), dipandu oleh moderator Didik Suharijadi, S.S., M.A. (FIB UNEJ), pewara Sherin Fardarisa, dan host Novianti Pratiwi, keduanya mahasiswa FIB UNEJ. Kegiatan webinar dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Kukuh Munandar, M.Kes.
Kusnadi, dalam paparannya menekankan bahwa kajian etnografi komunikasi bukan sekadar ilmu untuk ilmu, melainkan juga ilmu untuk masyarakat. Dalam pengalamannya, mahasiswa yang dibimbing menulis skripsi dengan tema kajian etnografi komunikasi, mendapat kemudahan dalam penerimaan lamaran pekerjaan. Artinya, menurut lelaki kelahiran Banyuwangi, 27 Maret 1960, ini mahasiswa yang menulis skripsi tentang kajian etnografi komunikasi, ketika melamar pekerjaan, terbantu untuk bisa diterima menjadi pegawai karena mampu mempraktikkan strategi komunikasi.
KeRis DiMas, yang semula dikenal dengan KeRis, dibentuk serentak dengan melibatkan seluruh dosen di lingkungan UNEJ sejak 2018. Sejak saat itu, UNEJ memiliki ratusan KeRis (sehingga muncul guyonan, jangan main-main dengan UNEJ).
Pembentukan KeRis merupakan amanat melalui Surat Keputusan Rektor Universitas Jember (SK Rektor UNEJ) tahun 2018, dan dibentuk di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNEJ. Pembentukan KeRis bertujuan untuk mendorong dosen UNEJ agar lebih produktif dalam menghasilkan publikasi ilmiah.
Kemudian, tahun 2022 dilakukan pembaruan, dengan penyebutan KeRis DiMas, dan memisahkan secara tegas antara level prodi/jurusan, fakultas, dan universitas.  Di lingkungan FIB UNEJ, KeRis DiMas level prodi/jurusan berjumlah 16, sedangkan level fakultas berjumlah 9 KeRis DiMas. KeRis DiMas KOBATAKU dan KARISMATIK level jurusan, sedangkan MEDAGEN dan PERKEMA level fakultas.
KeRis DiMas KOBATAKU diketuai oleh Dr. Agus Sariono, M.Hum, dengan anggota Drs. Kusnadi, M.A. dan Dra. Anastasia Erna Rochiyati Sudarmaningtyas, M.Hum. Bidang kajian yang menjadi fokus riset dan pengabdian adalah peristiwa kontak bahasa di wilayah Tapal Kuda beserta faktor-faktor sosial budaya yang menjadi penyebabnya dan implikasi/pemanfaatannya bagi pengembangan aspek sosial budaya bagi masyarakat Tapal Kuda.
KeRis DiMas KARISMATIK diketuai oleh Drs. Andang Subaharianto, M.Hum, dengan anggota Drs. Budi Suyanto, M.Hum., Dr. Ali Badrudin, S.S., M.A., dan Didik Suharijadi, S.S., M.A. Bidang kajian yang menjadi fokus riset adalah fenomena pragmatik atau penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan bidang pengabdian masyarakat menitikberatkan pada peningkatan kemampuan berkomunikasi dengan strategi pragmatik.
KeRis DiMas MEDAGEN diketuai oleh Didik Suharijadi, S.S., M.A., dengan anggota Soekma Yeni Astuti, S.Sn., M.Sn., Zahratul Umniyyah, S.S., M.Hum., Hadi Sampurna, S.S., M.A., Dr. Retno Winarni, M.Hum., Dr. Agustina Dewi Setyari, S.S., M.Hum., dan Fajar Aji, S.Sn., M.Sn. Bidang kajian yang menjadi fokus riset dan pengabdian adalah persoalan gender, media, dan hubungan antara persoalan gender dengan budaya.
KeRis DiMas PERKEMA diketuai oleh Drs. Kusnadi, M.A., dengan anggota Mrr. Ratna Endang W., S.S., M.A., Drs. Syamsul Anam, M.A., Dr. Agus Sariono, M.Hum., dan Drs. Imam Basuki, M.Hum. Bidang kajian yang menjadi fokus riset dan pengabdian adalah perubahan kebudayaan masyarakat agromaritim, yakni suatu masyarakat agraris dan maritim yang hidup dan berkembang  di kawasan pesisir. Tidak semua warga di kawasan pesisir bekerja melaut (maritim), sebagian lainnya bermatapencaharian sebagai petani, peladang, petambak, atau pedagang (agraria). Kadang dua pekerjaan tersebut dirangkap, yakni sebagai nelayan sekaligus sebagai petani lahan pesisir atau lahan sawah yang ada di daerah pesisir, yang disebut sebagai masyarakat agromaritim.
Kuliah umum etnografi komunikasi yang didukung KeRis DiMas FIB UNEJ telah berakhir. Rekaman zoom dapat disimak ulang melalui HISKI JEMBER OFFICIAL, https://bit.ly/YoutubeHISKIJember.***

[:]

Related Posts