Dekan: Silahkan Mahasiswa Berekspresi, Lebih Baik Ekspresi Meningkatkan Prestasi

 

IMG_5995

Menanggapi kekecewaan beberapa mahasiswa dan akademisi atas putusan Rektor Universitas Jember (UNEJ) mengangkat dekan baru Fakultas Ilmu Budaya (FIB), dekan baru Prof. Akhmad Sofyan (26/10) menyampaikan bahwa semua mahasiswa adalah anak-anak kami, semua dosen adalah kolega kami dan bersama semua staf administrasi adalah keluarga Fakultas Ilmu Budaya, mari kita jaga rumah kita menjadi lebih baik. Silahkan mahasiswa berekspresi menyampaikan kritik dan saran dalam rangka membangun FIB lebih baik, kami berharap mahasiswa mengekspresikan dalam kegiatan untuk meningkatkan prestasi, lanjut Sofyan. Akhmad Sofyan menyampaikan bahwa fokus kepemimpinannya setelah mendapatkan mandat dari Rektor adalah untuk bekerja dalam koridor akademik. Akhmad Sofyan menyampaikan kepada pengamanan (security) untuk tetap menjaga aksi mahasiswa dalam berekspresi dengan baik dan damai, bila sudah selesai menyampaikan ekspresinya dimohon untuk dibersihkan kembali dan tidak merusak taman dan aset-aset negara.

Sebagaimana di ketahui, beberapa mahasiswa dan akademisi mempertanyakan keputusan Rektor atas pelantikan Akhmad Sofyan sebagai dekan di Fakultas Ilmu Budaya menggantikan Hairus Salikin (24/10) yang menurut pandangan mereka tidak sesuai dengan usulan senat fakultas. Selasa kemarin (25/10) beberapa pendemo menyampaikan kekecewaan dengan aksi tutup mulut dengan memasang tulisan “APA KABAR DEMOKRASI” dan aksi tanda tangan bentuk kekecewaan terhadap UNEJ. Pagi ini (26/10) mereka mengekspresikan dengan menempatkan keranda di depan jurusan Sastra Inggris dan menggantungkan sampah di taman Aula Fakultas Ilmu Budaya.

Sementara itu, menjawab pertanyaan beberapa wartawan di Fakultas Ilmu Budaya (25/10), Prof. Novi Anoegrajekti menyampaikan “tentu saya sangat kecewa dengan keputusan rektor atas pelantikan Akhmad Sofyan sebagai Dekan”. Ketika ditanya apakah akan menggugat secara perdata kepada keputusan rektor, Novi menjawab masih pikir-pikir dulu.

Latifatul Izzah yang masih menjabat sebagai Pembantu Dekan II meminta kepada semua tenaga administrasi untuk tidak ikut terbawa arus perselisihan pelantikan dekan oleh Rektor yang dianggapnya sebagai perbuatan dzalim. Tenaga administrasi supaya tetap bekerja dengan baik sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

Aksi mahasiswa dan dosen kembali dilakukan dengan membacakan puisi, seperti puisi Wiji Tukul dengan judul “PERINGATAN” yang disampaikan oleh Dr. Asrumi dan Dr. Ikwan Setiawan.

IMG_6025 puisi-asrumiIMG_5998

Written by