Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Mar 8, 2017 in Summary | 0 comments

Kajian Aspek Framing dalam Sinematografi Mini Seri Drama Sosial Media LINE “Nic and Mar” 2015 Episode 6

RINGKASAN

 

 

Kajian Aspek Framing dalam Sinematografi Mini Seri Drama Sosial Media LINE “Nic and Mar” 2015 Episode 6; Monica Paramita Hartoyo, 110110401056; 2016; 57 halaman; Program Studi Televisi dan Film Fakultas  Ilmu Budaya Universitas Jember.

Film adalah suatu genre seni bercerita berbasis audio visual, atau cerita yang dituturkan pada penonton melalui rangkaian gambar bergerak. Penggunaan teknik yang baik dapat menghasilkan film yang berkualitas. Pada pembuatan sebuah film, para sineas harus menyajikan sebuah alur maju mundur cerita yang menarik, salah satu contohnya adalah tema cerita percintaan. Tema percintaan juga tetap menjadi daya tarik bagi sutradara yang memproduksi mini seri drama LINE “Nic and Mar 2015” 7 episode dengan durasi setiap episodenya kurang lebih dari 5 menit sampai 7 menit.

Mini seri drama “Nic and Mar 2015” memiliki daya tarik tersendiri bagi para penonton, karena jarang sekali ada mini seri drama yang ditayangkan di layar gawai yang hanya memiliki ukuran layar terbatas tidak seperti pada umumnya di televisi dan layar lebar. Ending dari cerita mini seri drama LINE “Nic and Mar 2015” ini sepertinya memang dibalikkan kepada para penonton untuk lebih leluasa menentukan akhir dari cerita tersebut. Pembuatan mini drama bertujuan untuk mempromosikan fitur terbaru dari aplikasi LINE yaitu “Line Story”. Sajian pada mini drama dikemas secara menarik, disebarkan melalui sebuah pesan sosial media LINE, sehingga mempermudah pengguna LINE untuk dapat menonton mini seri drama LINE “Nic and Mar 2015” dimanapun dan kapanpun.

Penelitian ini menganalisis mini seri drama LINE “Nic and Mar 2015” dari segi sinematografi dalam aspek framing, menggunakan Komposisi Golden Section dan Symethry Framing. Di dalam penelitian ini peneliti mengelompokkan apakah screenshot yang diambil pada episode 6 ini lebih banyak menggunakan komposisi golden section atau symethry framing. Analisa peneliti selanjutnya adalah telah mendapatkan hasil atas penelitian dimana dalam mini seri drama LINE “Nic and Mar 2015” Episode 6 ini lebih banyak menggunakan symethry framing, karena dengan ukuran layar gawai yang terbatas menjadikan shot of size yang diambil dalam mini seri drama ini dominan meletakkan objek pada tengah-tengah frame sehingga jika dilihat tetap memiliki kenyamanan menonton meski dalam ukuran layar yang terbatas dan juga dalam hasil analisa menunjukkan bahwa relasi ukuran layar gawai lebih tepat menggunakan medium shot.

 

 

 

 

 

 

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *