Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Jun 17, 2015 in Artikel | 0 comments

JAVA COFFEE : STRATEGI SURVIVAL PT PERKEBUNAN  NUSANTARA XII (PTPN XII) DALAM MENGUASAI PASAR EROPA

JAVA COFFEE : STRATEGI SURVIVAL PT PERKEBUNAN  NUSANTARA XII (PTPN XII) DALAM MENGUASAI PASAR EROPA

Foto latifatul izzah

Oleh: Dra. Latifatul Izzah, M.Hum*

Ilmu Sejarah/Fakultas Sastra latifatul.izzah@yahoo.co.id

 

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan menjawab permasalahan mengenai: Bagaimana strategi PTPN XII merebut pasar Eropa ? Persoalan tersebut ditelusuri dengan beberapa pertanyaan antara lain: Produk apa yang menjadi unggulan PTPN XII agar tetap bertahan di pasar Eropa ? Upaya apa yang dilakukan PTPN XII agar tetap menguasai dataran tinggi Ijen sebagai daerah penghasil Java Coffee ? ; Manfaat dari perspektif teoritis, penelitian ini diharapkan dapat  digunakan  untuk  membuktikan  teori  bahwa:  (1) Apabila pemasar melakukan pekerjaan dengan baik untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen, mengembangkan produk dan menetapkan harga yang tepat, mendistribusikan dan mempromosikannya secara efektif, maka akan sangat mudah menjual barang-barang tersebut. Terbukti PTPN XII sebagai pemasar dapat melakukannya dengan menguasai pasar Eropa; (2) dominasi negara yang diwakili PTPN XII di dataran tinggi Ijen sangat besar sebagai wilayah penghasil Java Coffee dan ironisnya rakyat tidak merasa ditindas dan merasa itu sebagai hal yang memang seharusnya terjadi. Dari perspektif pragmatis,  diharapkan dapat digunakan sebagai model pemberdayaan masyarakat kawasan perkebunan kopi. Penelitian  ini   menggabungkan  metode  historis, ekonomi dan antropologi-politik, khususnya  penggunaan  teori  involusi  pertanian, teori pemasaran dan  teori  hegemoni untuk membedah mengapa PTPN XII berhasil menguasai dataran tinggi Ijen untuk mendapatkan budidaya Java Coffee sebagai produk unggulan untuk merebut pasar Eropa. Penelitian ini didasarkan atas dua kelompok data, yaitu data primer dan data sekunder. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data  primer  adalah  observasi  partisipasi  dan  wawancara,  sedangkan  data  sekunder dikumpulkan dari berbagai tempat dan meliputi karya-karya terpublikasi, hasil penelitian, dan laporan-laporan pemerintah terkait dengan permasalahan yang diteliti. Populasi yang dijadikan  fokus  adalah  masyarakat di dataran tinggi Ijen meliputi Desa Sempol,  Kalianyar,  Kalisat, Jampit,  Kaligedang, dan  Sumber Rejo di Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso sebagai tempat perkebunan Java Coffee milik PTPN XII.

KATA KUNCI: Java Coffee, Strategi survival, PTPN XII, Pasar Eropa

 

BACA JUGA : 

Budaya Haji Pada Masyarakat Miskin Kawasan Perkebunan Kopi: Sirkulasi Modal Regional

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »