Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Feb 27, 2017 in Summary | 0 comments

Sentralitas dari kategori leksikal subjek dan komplemen dalam pembuatan kalimat-kalimat simple: sebuah penelitian tentang Automatisasi pada junior fakultas sastra inggris, Universitas Jembe

RINGKASAN

 

Sentralitas dari kategori leksikal subjek dan komplemen dalam pembuatan kalimat-kalimat simple: sebuah penelitian tentang Automatisasi pada junior fakultas sastra inggris, Universitas Jember; Galang Fajaryanto, 100110101109; 2016

‘Automatisasi’ adalah sebuah fenomena yang biasa terjadi dan seringkali dianggap sebagai sebuah hal biasa. Beberapa orang mempercayai bahwa automatisasi dari pembelajar L2 merepresentasikan kompetensi yang bagus (pengguna ahli) dalam produksi L2. Mekipun, terkadang pembelajar-pembelajar L2 bisa membuat kesalahan atau eror dalam produksi L2. Disisi lain, beberapa orang memiliki automatisasi yang disertai dengan kompetensi yang bagus pada L2. Dalam penelitian ini, peneliti mempercayai bahwa ‘automatisasi’ adalah sebuah kombinasi kompleks dalam proses pembelajaran bahasa dan itu di amati melalui produksi bahasa pada tes tertulis. Bagaimana partisipan merespon tes tulis dan menunjukkan kompetensi mereka untuk memilih faktor pertimbangan antara subjek dan komplemen dalam penentuan predikat. Hal itu dijadikan indikator untuk mengamati automatisasi dalam produksi bahasa (produksi L2).

Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari (i) partisipan-partisipan yang secara berturut-turut berhasil menggunakan Be dan Inf verb dalam kalimat simple (ii) bagaimana kategori-kategori leksikal mempengaruhi partisipan untuk menentukan predikat yang cocok (iii) bagaimana proses belajar mempengaruhi penentuan predikat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif yang menunjukkan beberapa diagram dan tabel sebagai pengolahan dan interpretasi dari daftar pertanyaan. Dalam penelitian ini, Peneliti menggunakan dua instrumen untuk mengumpulkan dat; Cloze tes dan pertanyaan (yang berisfat) open-ended. Cloze tes digunakan untuk menunjukkan automatisasi partisipan dan pemahaman dari faktor pertimbangan dalam penentuan predikat. Pertanyaan open –ended digunakan untuk membuktikan condisi partisipan selama tes berlangsung dan mengumpulkan informasi tentang kebiasaan belajar mereka. Peneliti menggunakan metode sample acak karena penelitian inimencoba mengamati kemungkinan umum dari automatisasi dan kompetensi partisipan dalam memproduksi L2. Selain itu, peneliti juga mencoba untuk mencari hubungan antara kecenderungan belajar partisipan (belajar secara monoton atau bervariasi) dan automatisasi pertisipan.

Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa partisipan cenderung menggunakan Be daripada Inf verb. Selain itu, dalam faktor sentral, data menunjukkan bahwa pilihan dominannya adala Both/Meaning.Dari data mengindikasikan bahwa partisipan memilih Both/Meaning sebagai pilihan karena mereka tidak memahami hubungan faktor acuan antara subjek dan komplemen dalam penentuan predikat. Keseluruhan partisipan menjawab tes  secara automatis dan hal ini membuktikan bahwa automatisasi tidak hanya berasal dari tipe belajar khusus tapi juga metode belajar yang bervariasi. Perbedaan antara keduanya secara eksplisit menunjukkan bahwa tipe belajar yang bervariasi yang didalamnya menggunakan beragam media dan katifitas belajar mempengaruhi partisipan dalam menggunakan beragam kata-kata. Sedangkan, ‘drilling’ atau belajar secara monoton mempengaruhi partisipan untuk menggunakan Be sebagai sebuah pemikiran yang konsisten. Automatisasi partisipan cenderung mengandalkan Be untuk menghubungkan subjek dan komplemen dalam kalimat simple. Daripada merelevansikan dengan pemaknaan logis dari arti,dan hal ini tidak membuat kreatifitas mereka berkembang.

 

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »