Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Dec 30, 2016 in Abstrak | 0 comments

PANDANGAN DUNIA JOHN STEINBECK TERHADAP MASKULINITAS PARA TOKOH PRIA DALAM OF MICE AND MEN

RAHMAT ADE DARMAWAN

 

 

Abstrak

 

Karya sastra dapat dikatakan sebagai representasi dari kehidupan manusia. Novella Of Mice and Men karya John Steinbeck adalah novella yang mengangkat isu atau persoalan buruh pertanian, khususnya pekerja ladang. Mayoritas tokoh di Of Mice and Men adalah pria. Hal ini menunjukkan aroma maskulinitas pekerja ladang yang kuat pada saat itu. John Steinbeck mencoba menunjukkannya sebagai sebuah respon dari kondisi sosial di Amerika khususnya di kelas sosial para pekerja ladang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pandangan dunia John Steinbeck terhadap masukulinitas dari para tokoh pria dalam Of Mice and Men dengan cara menganalisa kondisi Amerika di dalam novella Of Mice and Men dan kondisi Amerika sekitar tahun 1937. Proses penganalisaan menggunakan teori strukturalisme genetik dari Lucien Goldman untuk menemukan pandangan dunia dari penulis. Penelitian ini menggunakan data kualitatif yang dikategorikan dalam dua jenis. Yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diambil dari novella Of Mice and Men dan data sekunder diambil dari tesis, buku, dan bahan-bahan dari internet yang berkaitan dengan latar belakang sejarah John Steinbeck, strukturalisme genetik, penelitian-penelitian sebelumnya dan maskulinitas. Hasil dari tesis ini menunjukkan bahwa John Steinbeck selaku penulis novella Of Mice and Men mempunyai kecendurangan yang sama dengan sudut pandang kelas pekerja dalam memandang fenomena pergeseran maskulinitas di abad 19 pertengahan hingga awal abad 20. Hal ini ditunjukkan oleh ciri-ciri masukulinitas kelas pekerja yang ditemukan pada para tokoh pria dalam novella Of Mice and Men. Ciri-ciri tersebut antara lain kekuatan fisik, menggunakan pakaian yang berkaitan dengan jeans dan denim dan menggunakan umpatan dalam komunikasi sehari-hari.

 

Kata kunci: strukturalisme genetik, pandangan dunia, tokoh pria, maskulinitas, latar belakang sejarah

 

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »