Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Aug 30, 2016 in Abstrak | 1 comment

Studi tentang Penyelaan dan Tumpang Tindih dalam Debat Pemilu BBC oleh Lima Pemimpin Partai Oposisi di Inggris pada Tnggal 16 April 2015 Dilihat dari Perspektif Jenis Kelamin

Ikarifkiaturrohmah

 

Abstrak

 

Studi ini berhubungan dengan analisis percakapan yang difokuskan pada ketidakberaturan giliran bicara; penyelaan dan tumpang tindih yang dilihat dari perspektif jenis kelamin. Pengklasifikasian penyelaan dan tumpang tindih ini didasarkan pada definisi penyelaan dan tumpang tindih dari West and Zimmerman (1975). Penyelaan dianggap sebagai pelanggaran sedangkan tumpang tindih merupakan kegagalan. Data yang digunakan hanya penyelaan dan tumpang tindih yang dilakukan oleh lima pimpinan partai oposisi di Inggris dalam vidio debat pemilu BBC pada tanggal 16 april 2015. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan teori dari Yang (2003) dan Muarta (1994). Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui siapa yang paling sering malakukan penyelaan dan tumpang tindih dan untuk menemukan tujuan-tujuan melakukan kedua hal tersebut. Penelitian ini menerapkan metode campuran (kualitatif dan kuantitatif). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang mendominasi percakan dengan melakukan penyelaan adalah seorang perempuan, sedangkan orang yang paling sering melakukan tumpang tindih adalah laki-laki. Ada lima alasan melakukan penyelaan yang diterapkan oleh laki-laki dan perempuan yaitu permintaan informasi atau klarifikasi baru, mengklarifikasi, menyampaikan pendapat yang kuat, ketidaksetujuan/ketidaksepakatan, dan keinginan terhadap giliran bicara. Sebaliknya dalam melakukan tumpang tindih ada perbedaan tujuan antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki melakukan tumpang tindih untuk menunjukkan antusisme, mengklarifikasi, dan mengungkapkan pendapat yang kuat. Sedangkan perempuan melakukan tumpang tindih untuk lima tujuan yaitu untuk menunjukkan antusiasme, mengekpresikan kesepakatan yang bersifat suportif, mengklarifikasi, menunjukkan pendapat yang kuat, dan menginginkan giliran bicara.

Kata Kunci: Analisis Percakapan, Penyelaan, Tumpang Tindih, Jenis Kelamin, Tujuan Melakukan Penyelaan dan Tumpang Tindih

 

1 Comment

  1. apakah bisa mendapatkan daftar referensi dari jurnal ini?

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »