Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Jun 6, 2016 in Abstrak | 0 comments

SEBUAH ANALISA IMPLIKATUR PERCAKAPAN HUMOR VERBAL DALAM KOMIK SETRIP PILIHAN MIMI AND EUNICE

Yusuf Wibisono

Abstrak

Humor merupakan rangsangan verbal dan visual yang secara spontan memancing senyum dan tawa pendengar atau orang yang melihatnya. Humor dapat disajikan dalam berbagai bentuk seperti dongeng, teka-teki, puisi rakyat, nyanyian rakyat, julukan, karikatur, kartun, bahkan nama makanan yang lucu. Dalam skripsi ini, humor disajikan dalam bentuk kartun dengan tokoh Mimi & Eunice. Tokoh kartun Mimi & Eunice banyak menampilkan tuturan dan tindakan yang mengandung ujaran yang mengungkapkan kehidupan keseharian. Ujaran-ujaran di dalam komik tersebut disajikan dalam bentuk humor melalui penyimpangan prinsip kerja sama dengan menggunakan implikasi dalam ucapannya yang menyebabkan ujaran –ujaran tokoh Mimi and Eunice sulit untuk dipahami maksudnya. Penelitian ini menguraikan jenis-jenis peribahasa yang dilanggar oleh karakter, untuk menganalisa jenis peribahasa yang paling banyak dilanggar oleh karakter Mimi and Eunice yang melanggar peribahasa. Penelitian ini berdasarkan teori Grice tentang pelanggaran peribahasa dan teori Halliday tentang konteks situasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan letak kelucuan tuturan Mimi and Eunice dilihat dari aspek piranti kebahasaan dan mendeskripsikan ada atau tidaknya pelanggaran prinsip kerja sama dalam kartun Mimi and Eunice untuk mencapai kelucuan. Di dalam komik tersebut, pengarang memanfaatkan teknik penciptaan humor pada 3 aspek teori meliputi ingcongruent, superiority, relief. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif digunakan untuk menggambarkan data dalam bentuk kalimat dan metode kuantitatif digunakan untuk mengetahui persentase dari hasil penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa keempat peribahasa dilanggar oleh karakter Mimi and Eunice. Dalam penelitian ini, analisa implikatur digunakan sebagai acuan karena satuan analisisnya berupa tuturan yang maknanya terikat konteks. Oleh sebab itu, dalam analisis data, metode yang digunakan adalah metode pragmatis. Pada tahap penyajian analisis data dilakukan secara informal yaitu pemaparan dengan menggunakan kata-kata biasa.

 

Kata kunci: Implikasi, Prinsip Kooperatif, pelanggaran peribahasa, konteks situasi, Humour

Post a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »